Misunderstanding- MarkGun

1K 119 6
                                        

"Dimana dia?"

"Sudah kami masukkan ruang bawah tanah Tuan"

"Shit Siapa yang menyuruhmu mengurungnya!!!"

"T-tapi Tuan--" "Sudahlah!"

Mark dengan cepat berjalan menuju ruang bawah tanah, yah bukan salah anak buahnya juga sih, karena setiap Mark meminta mereka mencari seseorang pastilah orang-orang tersebut pencari masalah atau musuh Keluarga Siwat.

Setelah turun Mark dapat melihat seseorang terbaring membelakanginya didalam salah satu sel ditempat itu. Ia mengisyaratkan sang anak buah untuk membuka kuncinya.

Sedangkan orang yang berbaring tersebut tengah meratapi nasibnya, "Gini amat dah idup, niat nolongin eh malah babak belur, hiks..." Gun masih bergumam tak fokus akan kedatangan aura kuat dibelakangnya.

Klek

Gun dengan cepat berbalik dan duduk, awas akan keadaan, siapa tau ada orang yang akan memukulnya lagi, namun yang dilihatnya saat berbalik bukan sadis man yang membawanya tapi seorang pemuda yang handsomenya sangat mubazir, "duhh kok ganteng sih"

"Makasih"

"Eh.." kaget kan si Gun ntu orang nyahut, ternyata dia ngomong tak didalam hati.

Mark mendekati Gun yang beringsut mundur, masih trauma diatuh.

"Maaf, ini cuman salahpaham, tidak seharusnya kamu mengalami ini, aku berjanji kau akan aman" Mark mengulurkan tangannya pada Gun yang menatapnya polos.

Elah gugup akutuh diliatin orang tak berperi kegantengan. Gun dengan tidak ragu, menyambut uluran tangan itu.

Tiba-tiba Mark menarik pinggang Gun dan menggendongnya dengan lembut.

Fix Gun koid. Eh gak deng, Gun yang terkejud memeluk leher Mark dengan erat, entah karena takut jatuh, atau tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.

"Sebagai permintaan maaf, aku akan mengobatimu"

"Ehmm" Gun hanya mengangguk, dan dengan itu Mark berjalan menaiki tangga dan keluar dari ruang bawah tanah.

Meninggalkan sang anak buah yang masih keki, kaget karena baru kali pertama melihat sang boss bicara dengan lembut didepan orang asing. Heyy semua tau kalo pewaris Keluarga Siwat, Mark tak pernah tersenyum kecuali didepan keluarga dan sahabatnya. Kan jadi kaget si anak buah, mana lupa bawa henpon lagi, ck gak bisa di upload deh, kan siapa tau viral. Syudahlah. Dia berjalan mengikuti langkah sang boss dengan kecewa.

Mark membawa Gun kerumah kaca miliknya, mendudukannya dengan sangat perlahan.

"Tunggu naa, aku ambilkan obat untuk mengobati lukamu"

"Ehmm, terimakasih"

Mark berjalan masuk dan Gun menatap terpesona pada ruangan dia berapa.

"Ohoo, ini yang namanya bersakit-sakit dulu bersenang-senang kemudia, babak belur dulu ketemu makhluk mempesona kemudian, ck Gun mimpi apa kamu jadi selucky ini" Gun berguman sendiri, dia menunggu kedatangan Mark dengan senang hati, lupa lah pada luka lebam dilengan dan wajahnya.

Saat Mark kembali, dia datang bersama seorang wanita yang familiar dimata Gun.

"Omo Omo, ohh apa yang mereka lakukan padamuu!! Dasar tidak becus, oh maafkan aku!! Aku tidak bermaksud melukaimu, Mark hukum siapa saja yang melukainya!! Oh kau tak apa dear?? Oh kasihan sekali kau" Wanita yang datang bersama Mark terus marah-marah sambil memegang tangan Gun, dan mengelus wajah Gun yang terluka.

"Ck, bibi jangan berlebihan, minggir biar aku obati"

"What!! Its Aunty little boy!!"

"Hmm, Aunt Lemon"

"Nice"

Gun hanya bisa menyengir melihat wanita yang dipanggil Aunt Lemon itu. Tapi fokusnya segera teralihkan saat Mark dengan lembut membalurkan salep di tangannya yang lebam.

"Kau ingat aku dear? Oh, Kau menolongku kemarin saat menyebrang jalan, dan aku menyuruh anak itu mencarimu, tapi lihat yang dibuat anak buah miliknya, kau malah berakhir tragis begini!!" Lemon tetap menggenggam tangan Gun yang nganggur, wajahnya memperlihatkan penyelasan yang dalam.

"Cih, drama.." terdengar sahutan pelan Mark yang diabaikan oleh Lemon.

"Aw, anda yang hampir tertabrak itu, ah tidak apa, sungguh ini hanya kesalahpahaman," kesalahpahaman yang membuat wajah hensome ku hilang- Gun cry inside.

"Oh kau anak yang sangat baik Dear, setelah ini beristirahatlah dulu, Mark siapkan kamar untuknya-" Lemon mengalihkan pandangannya pada Mark, dan kembali pada Gun "-maaf aku harus pergi sebentar, kita bertemu saat makan malam naa"

"Ah, tidak perlu aku akan per--"

"No!! Kau masih terluka, Istirahatlah naa" Lemon dengan tegas mencegah kalimat Gun.

"Mark, aku serahkan pahlawanku padamu, ibumu akan pulang bersamaku nanti"

"Ehm.." Mark masih fokus mengobati luka disudut bibir Gun, membuat Gun tidak berkonsentrasi.

Dan Lemon meninggalkan keduanya dengan senyum yang lebar.

.

"Ohhooo, Phi Can aku telah mendapat menantu untukmu xixixixi ^.^" Lemon berjalan dengan riang mengabaikan pandangan para pelayan.
.
.
.

MATE • IND •Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang