kok gue gak tau?

30 3 1
                                    

Kring...Kring...

Lonceng istirahat pun berbunyi.

Membuat seluruh siswa yang ada di kelas cepat-cepat menuju keluar, ada yang ke toilet maupun ke kantin untuk mengisi perutnya yang kosong. Tetapi berbeda dengan gadis berambut ikal yang sampai ke bahu, dengan hidung mancung, tinggi, berkulit putih, mata bulat, dan bibir pink alami. Membuat siapapun laki-laki yang melihatnya terpesona dengan kecantikannya ditambah lagi pintar nya tiada tanding di sekolahnya. Sudah banyak laki-laki yang berusaha mendekatinya,mulai dari kakak kelas, anak basket, bahkan ketua OSIS pun tetapi, dia hanya memilih untuk berteman saja. Dia lebih memilih berdiam di kelas membaca buku sambil memakan bekal yang telah dibawa dari rumah.'untuk apa menghabiskan waktu di luar hanya untuk menggosip atau pun berdua dengan pacar' ya... itu lah pola pikiran nya yang berbeda dengan anak remaja seusianya.

"Fiona..." teriak Dina. Teman kecil Fiona yang berbadan kecil, berambut lurus, mata sipit, berkulit putih dan mulut nya yang super pedas menjadi ketakutan para laki laki untuk mendekat. Sudah jadi kebiasaan setiap jam istirahat berteriak sambil menuju ke kelas Fiona yang hanya berjarak oleh Laboratorium, bukan hal lain lagi untuk membawa Fiona menuju ke kantin.
"Males a.." jawab Fiona yang masih membaca buku.
"Uda ikut aja" ajak Nari dan Tika di depan pintu kelas Fiona. Mereka sudah bersahabat sejak pertemukan di TK. Berbeda dengan Fiona dan Dina yang masih jomblo, mereka berdua lebih memilih jalan pacaran walaupun berbeda sekolah.
Dina yang berada didepan pintu langsung menuju bangku Fiona dan meletakan buku yang di pegang nya ke atas meja,dan langsung menarik tangannya menuju ke kantin.
"Iihh... lepas tangan gue,gue bisa jalan sendiri tanpa di tarik-tarik tangan gue" kesal Fiona yang tidak terima tangan nya ditarik-tarik.
"Baguslah,cepat jalannya nanti makannya habis" jawab Dina.

***
"Lo mau pesan apa na?" Tawaran Dina
"Minuman Jus Jeruk aja, gue udah makan di kelas" jawab Fiona
" Lo Nari sama Tika mau pesan apa?" Tawar Dina
"Kita pesan Nasi Goreng saja" jawab Tika.
Dina pun langsung memesan makanan dan minuman yang mereka pesan ke Mbak kantin
"Na lo tau gak anak baru" tanya nari
"Gue nggak tau" jawab Fiona
"Btw..dia masuk kelas lo" tika menyambung pembicaraan
"Ha? Kok gue gak tau?"jawab Fiona
"Ya pantas lo gak tau, didepan lo hanya ada buku aja" ucap Dina yang entah kapan datang habis memesan makanan.
"Permisi.. ini makanan nya" ucap Mbak kantin sambil meletakan pesanan mereka.
"Terima kasih" jawab mereka serentak
"Tik kapan dia masuk sekolah?" Tanya Fiona penasaran
"Besok" jawab Dina cepat
"Gue tanya ke Tika bukan ke lo din" kesal Fiona
"Lo tau gak na dia tu anak Olimpiade Matematika. Fisika sama Matematika hanya beda 11 12, awas nanti juara kelas lo di rebut" ucap nari
"Dia gak bakal bisa ngalahin gue, kalau sempat aja dia ngalahin gue,gue ulek kayak sambal ulek" ucap Fiona yang kesal
"Yakin lo, mana tau dia ganteng, nanti naksir lo" ucap Dina melanjutkan pembicaraan.
"Diam lo" mataFiona melirik ke Dina tetapi Dina hanya senyum melihat ekspresi Fiona yang semakin kesal.

Kring...Kring...
Bel masuk berbunyi..

"Udah berantemnya? Ngomongin anak baru mulu, keburu pak ira masuk,tau kan pak ira telat 1 menit aja siap siap berdiri didepan kelas selama jam pelajaran" ucap Tika yang menghentikan pertengkaran mereka.
Dina langsung beranjak dari tempat duduk untuk membayar makanan
"Din... cepat, nanti kalian kena hukum" teriak Fiona
"Diam lo"jawab Dina
Mereka pun pergi dari kantin dan menuju ke kelas.

"Gue masuk kelas duluan ya, buruan sana pak ira dah masuk kelas tu" ucap Fiona.
Kelas Fiona XII.ipa 1 hanya terpisah oleh Laboratorium jadi keliatan guru sudah masuk dari kelas XII.ipa 2 kelas Dina,Tika dan Nari.
"Mati kita"ucap Nari sambil berlari menuju kelas"
Sesampai di kelas pak Ira langsung bertanya "kemana aja kalian baru masuk kelas? Udah telat lima menit"
"Ta..tadi habis dari kantin pak" jawab Dina dengan suara agak kecil dan kepala tertunduk
"Sebagai hukuman nya kalian berdiri di depan kelas selama jam pelajaran" ucap pak Ira tegas.
Pak Ira pun melanjutkan pelajaran.

Kring...kring...
Bel pulang pun berbunyi

"Baik anak-anak pelajarannya disambung besok dan untuk kalian bertiga silakan duduk" ucap pak Ira membereskan bukunya di atas meja dan langsung menuju keluar kelas.
"Duduk apa lagi,uda jam pulang lagian gue gak tinggal disini dari tadi apa nyuruh duduk kaki gue pegal banget nih" ucap Dina kesal sambil menuju meja untuk mengambil tas.
"Marah-marah mulu cepat tua nanti" ucap Tika
"Ayo pulang berantem aja mulu" ucap Nari yang meninggal Tika dan Dina sambil keluar kelas.


Semoga suka ya.
Maaf kalau banya typo.

22 maret 2019.

FionaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang