[05] Felling

15.3K 1.1K 67
                                        

Seokjin POV.

Pernikahan kami sudah menginjak 1 bulan ini, dan kami belum mengungkapkan perasaan kami sendiri  Mungkin kami terlalu egois untuk hanya saling memberi tahu kepada sesamanya.

Namun, jujur. Sebenarnya aku juga mulai merasakan hal ini. Perlahan rasa ketertarikan ku pada Jieun semakin dalam. Semua yang telah dia lakukan untukku setiap harinya membuat hatiku perlahan luluh olehnya.

Hanya hal sepele sebenarnya. Dia yang selalu menungguku saat aku pulang larut, dia yang memasakkan ku sarapan, dia yang kadang juga membantuku untuk pekerjaan rumah sakit. Tapi entah kenapa jantungku merasa berdegup saat disampingnya. Dan saat dia ditugaskan untuk pergi keluar kota dalam waktu 1 minggu, aku pun merasa tak nyaman. Dalam hati kecilku, aku ingin dia selalu bersamaku. Kapan pun.

Sebenarnya aku ingin mengungkapkan perasaan yang telah lama ku pendam. Tapi selalu saja ada hal yang menjadikan diriku mengurungkan niatku sendiri.

Semoga kali ini perasaan itu akan tersampaikan padanya.

*****

Weekend kali ini kami habiskan untuk membersihkan rumah, membuat kue dan menonton TV. Menurutku itu lebih menyenangkan, dan memang benar itu menyenangkan. Jieun sangat cekatan dalam mengemas rumah, ibuku tak salah memilih menantu sepertinya.

Bukan kami yang membersihkan rumah, hanya Jieun. Sebenarnya aku sudah menegang sapu dan kemoceng. Namun aktivitas ku terhenti karena sibuk memandangi wajahnya. Dia lebih cantik saat ini, dengan lap di tangannya. Haha! Aku kembali tertawa mengingatnya .

Saat memasak pun aku juga tak banyak membantunya. Malahan aku yang membuatnya hampir gosong. Aku hanya iseng mengolesi pipinya dengan selai stroberry. Dia marah dan ganti mengoleskan mentega di dahiku. Tentu saja aku tak terima, aku kembali mengoleskan selai itu pada hidungnya. Dia menatapku kesal dan mengejarku sambil membawa sendok di tangannya. Kami berlarian kesana kemari tanpa memperhatikan ovennya. Akhirnya aku lah menyadarkan bahwa kuenya minta diangkat, baru lah dia menyudahi pertengkaran kecil ini dan beralih ke kuenya tadi.

Aku sangat suka wajah paniknya saat mengetahui kuenya hampir gosong. Jieun kiyowo.

Malam ini aku menonton TV ditemani camilanku. Sendiri. Jieun? Entahlah dia dari tadi belum keluar dari kamar.

"Seokjin-aa.. Aku akan keluar sebentar.." Aku langsung berbalik dan memperhatikannya. Apa ini? Dia berpakaian rapi sekali, seperti gadis yang akan pergi berkencan. Tatapanku mengintimidasi Jieun.

"Kau mau kemana? Sekarang sudah malam.." ucapku sambil mengunyah camilanku.

"Aku akan pergi dengan Taehyung sebentar, mungkin hanya makan malam atau hanya mengobrol di cafe.."

Tanpa mengajakku? Apa dia sedang selingkuh dengan alien menyebalkan itu? Akhirnya aku bangkit dan menghampirinya.

"Tanpa mengajakku? Jangan-jangan kau berkencan dengan si alien menyebalkan itu." Aku menekuk kedua tanganku di pinggang.

Dia malah tertawa. "Haha.. Kau ini ada-ada saja, mana mungkin aku berkencan dengan adik ipar ku sendiri.." Dia kemudian mengusap lenganku dan berkata "Kalau kau mengizinkan aku berkencan dengannya tak apa.."

Aku langsung melepaskan tangannya di lenganku. Wajahku menatapnya tak suka. "Tak akan kubiarkan alien itu hidup jika terjadi!" Dia terkekeh lagi mendengar penuturan ku.

"Baiklah baiklah.. Aku janji tidak akan pulang larut.. Apa kau ingin titip sesuatu? " Aku menggeleng. "Baiklah, aku berangkat nee.. Jangan menungguku, jika kau mengantuk tidur saja.. Jangan lupa matikan lampu dapur oke .."

ICE - Kim Seokjin [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang