Hari ini aku di sini duduk di sebuah ruang. Aku telah mengirimnya pesan ya, sebuah pesan untuk dia datang dan meminta kepastian huft lagi-lagi kepastian.
Sebenarnya kepastian yang ku maksud bukan berakhir. Sebenarnya ini bukan kepastian, semacam meminta hatinya untuk kembali.
Sesulit itu aku mengakui bahwa hatinya akan ku minta kembali.
Tarikan nafas panjang membuatku tersadar, sedangkan dia menemuiku sudah tak sendiri.
Di dampingi bidadari pengganti.
Mau ditarok dimana mukaku saat itu.
Perlahan aku menelan ludah yang sangat sulit nyangkut ditrnggorokan.
Seperti tersengal tak punya harga diri aku di sana.
Sudah lah, mau gimana lagi kacang hijau telah mejadi bubur kan mau tak mau aku harus memakannya.
Sambil menagis memohon pun tetap saja aku tak bisa mengharp hatinya kembali.
Dasar bodoh !!!
Sudah ku patri julukan itu dalan naluri.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKu Titip Sebuah Kisah
PoetryJejek masa lalu Yang harusnya kutulis di dalam lembar buku. Tapi sejak ada wattpad jadi kutulis di wattpad saja. Semoga kalian suka dan dia membaca.
