Elin keluar dari kamarnya dan turun menuju meja makan,tetapi di lihatnya tampak kosong. Ia melihat jam yang melingkar di tangannya menunjukan pukul 10.00 wib
Ia pun memukul jidatnya dengan cukup keras.''astagfirullah.,''ucap Elin sambil mengembungkan pipinya.
Di lihatnya mama yang lagi berada di dapur. Ia pun menghampiri mamanya dan memeluk dari belakang.
''Maa.,nanti ada acara enggak?''tanya Elin.
''Enggak ada sayang.,emang ada apa?''jawab Shinta dengan senyuman.
'' kita ke mall yuk.,''ajak Elin dan langsung di angguki oleh Shinta.
''Iya,tapi mama beresin ini dulu.,kalo sudah kita berangkat''ucap Sinta.
''Ya udah deh.,aku bantuin ya.,''jawab Elin dan langsung membatu Mamanya.
Selesai membereskan dapur mereka keluar dapur dan naik ke kamar masing masing untuk mempersiapkan diri menuju mall.
''Elin.,!!'' Ucap Sinta yang sedikit keras namun lembut.
''Iya maa ini udah selesai''Jawab Elin yang langsung keluar kamar dan berjalan menghampiri mamanya.
''Udah siap maa''ucap Elin dengan memamerkan bajunya.
Mereka pun berjalan keluar rumah dan memasuki mobil yang sudah di siapkan oleh supir pribadi.
20 menit berlalu mereka sudah sampai di mall yang mereka tuju.Yaitu mall terbesar se-Kota Bandung.
Di dalam mall mareka melihat lihat dan sesekali kalau ada barang yang bagus ia mampir dan membelinya.
''Maa Elin laper'' ucap Elin dengan manja.
''Ya udah kita makan yuk''jawab Shinta dan langsung di angguki oleh Elin.
Mereka berjalan menuju resto ternama di mall.
Elin duduk dan melihat lihat buku tebal yang berisi menu makanan yang di sediaka di resto ini.
Seorang waiters berjalan menuju meja mereka dan menanyakan makanan yang akan di pesan.
Setelah memilih,Elin melihat lihat sekeliling dalam resto yang tampak indah dan mewah.
Ia melihat pasangan yang lagi asik makan.
''Sepertinya aku pernah lihat pria itu?''gumam Elin dengan mengingat wajah pria itu.
''Oh.. iya itu kan pria yang tiba tiba menyodorka tangan ke arahku!!''gumam Elin lagi saat ia ingat pria itu.
''Oh berarti dia punya pacar?''gumam elin lagi.
''Heyy.. ''ucap Shinta untuk menyadarkan lamunan Elin.
''Kamu kenapa Elin kok ngelamun gini,sampei makanan kita sudah sampai'' ucap Shinta bertanya tanya.
''Hmm hehehe gak papa kok ma''jawab Elin dengan cengengesan.
''Ya udah di makan itu makanannya''ujar Shinta dan langsung di angguki oleh Elin.
Selesai makan mereka pergi ke musholla mall untuk sholat dzhuhur.
Selesai sholat Elin dan shinta pulang ke rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARIEF (Halalkan)
Teen Fictionperjalanan hijrah seorang pemuda tampan bertubuh kekar dengan di selimuti cinta dan kasih sayang. akan tetapi banyak lika liku yg harus dia hadapi untuk mendapatkan seorang gadis sholeha yg membuat jantung pemuda tersebut berdebar debar. apakah pem...
