"Lo beda dari semua cewek yang pernah gue temuin."
Author POV
KRING!! KRING!!
"Lo darimana aja sih, Kei? Gue cariin lo udah tujuh keliling anjir." kesal Clara yang duduk di sebelah Keisha.
"Alay lo, gue tadi kabur karena siapa tuh cowo yang nyebelin gangguin tidur nyenyak gue." ucap Keisha membuat Clara kebingungan.
"Cowo? Siapa namanya? Kepo gue hehe." tanya Clara penasaran.
"Hm, tuh." ucap Keisha sambil menunjuk cowok yang sedang berjalan ke mejanya.
"Oh, waw. Cakep anjir." puji Clara sambil menaruh kedua tangan di pipinya seperti orang takjub akan sesuatu.
"Cowok kayak dia banyak. Pasaran itu mah." ucap Keisha sambil memutar bolanya malas.
"Kayaknya gue harus bawa lo ke orang pintar deh biar mata batin lo kebuka." ucap Clara mengembus napas kesal.
"Kalo ngomongin orang di depan." sindir Daver yang langsung berdiri di hadapan Keisha.
"Makanya gue ngomongnya kenceng biar lo denger." ucap Keisha sambil tersenyum sangat manis ke Revano.
"Gue cakep gini, lo bilang jelek? Bener kata temen lo, mata batin lo ketutup harus gue buka." kesal Daver sambil membuka lebar kedua mata Keisha.
"Ih, apaansih lo?? Woi, awas gak!" geram Keisha memukul tangan Daver yang ada di matanya.
Kalian pasti bingung kan kenapa Daver berubah 180 derajat padahal tadi cuek banget ke Keisha.
"Lucu ya lo kalo lagi salting." gemas Daver mencubit pipi gembul Keisha yang sudah merah merona.
"Sorry nih ya, gue gak percaya orang bisa salting, apalagi cinta. Hadeh.. " tegas Daver langsung bergegas keluar kelas.
Keisha POV
Ihh gue kesel banget, dasar manusia geer, jelek, aneh. Kenapa sih gue harus sekelas sama dia?! Ah masa bodoh!
Sekarang gue ada di rooftop sekolah. Kebetulan lagi sepi ya gue mau nenangin diri gitu. Kangen. Gue kangen sama orang tua gue. Mereka masih inget gue sama Kak Kenzo gak ya? Udah 10 tahun gak balik apa mereka masih inget kita masih hidup? Perlahan-lahan air mata gue menetes.
Tess!!
Gue merasakan ada yang memegang bahu gue dan gue langsung mendongak ke arah belakang.
Author POV
"Ngapain sih lo daritadi ikutin gue? Gak ada kerjaan lain apa?" tanya Keisha sambil mengelap air mata yang baru saja jatuh.
"Nih, gue paling gak suka ada cewek yang nangis." ucap Daver lembut sambil memberi sapu tangannya ke Keisha.
Keisha mengambil sapu tangannya dan tersenyum tipis. Dia masih bingung mengapa orang ini selalu ada di setiap Keisha sedang badmood.
"Kei, kalo lo ada masalah cerita aja sama gue. Siapa tau gue bisa bantu, yakan?" bujuk Daver dengan senyuman manisnya. Baru kali ini Keisha melihat Revano tersenyum.
"Gue gak gampang percaya sama orang yang gue kenal. Dan satu lagi maupun lo tau masalah gue, gue rasa lo gak akan bisa bantu." jelas Keisha.
"Berarti kita harus lebih dekat lagi dong supaya lo percaya sama gue." ucap Daver dengan senyuman jailnya.
Keisha hanya mengerutkan dahinya menandakan bahwa dia bingung maksud dari perkataan Revano.
"Gak usah dipikirin kata-kata gue. Pikirin gue aja hehe." ucap Daver dengan senyum jail.
"Aneh lo!" teriak Keisha lalu pergi dari rooftop dan kembali ke kelas.
Daver yang sedari tadi memandang punggung perempuan itu tersenyum tipis. "Lo beda dari semua cewek yang pernah gue temuin." batin Daver
Makin gemesinn aja nihh Daver sama Keisha. Eh tapi Keisha kenapa ya? Hm ada apa ya kira-kira?
Vote ya guyss <3
thankyou for reading

KAMU SEDANG MEMBACA
DAVERIAN
Подростковая литература"Keren juga ya acting lo." "Gue bisa jelasin" "Gak usah! Harusnya gue gak buat lo semakin masuk dalam kehidupan gue!"