Ten (warning!)

356 40 3
                                        

"Makan dulu Lix, ponsel nya jangan dimainin mulu, " Changbin mendorong piring berisi ayam penyet kedepan Felix.

"Lizy, pacar lo mana? " tanya Felix sambil mengunyah ayam ditangannya.

"Lagi sibuk sama tugas nya, " jawab Changbin tidak peduli.

Felix hanya mengangguk pelan.

Setelah selesai makan, Changbin pun mengantarkan Felix pulang kerumahnya.

Felix menatap Changbin intens, kok sekarang dia malah kepikiran lagi sama omongan Changbin yang kayak menuduh Felix uke murahan, dengan alasan Felix gak marah disentuh-sentuh sama ka Chan.

"Bin, temenin gue dong bentaran. "

Changbin cuman liatin Felix heran, penasaran juga, karena gak tega jadi Changbin ngeiyain aja.

Changbin memarkirkan mobilnya, meninggalkan Felix yang masih menutup pagar rumahnya.

Felix menyeringai kecil, Felix mau balas dendam sama omongan Changbin yang udah bikin Felix sakit hati tadi.

Changbin mendudukan pantatnya di kasur king size milik Felix, tangan dan matanya fokus dengan ponsel di tangannya.

"Bin, " panggil FelixChangbin

Changbin ngangkat kepalanya, natap Felix yang udah berdiri di depannya.

"Kenapa? " tanya Changbin, matanya menelusuri tubuh Felix yang hanya di balut baju berwarna hitam panjang sampai menutupi lututnya, kakinya terbalut celana pendek yang juga tertutup oleh baju kaos hitamnya.

Changbin meneguk air liur nya susah payah, sialan! Changbin baru sadar kalau Felix punya tubuh yang sangat seksi.

Tanpa banyak bicara Felix Mendudukan tubuhnya dipaha Changbin, kepala Felix menelusup ke potongan leher Changbin.

"Lo bilang gue cabe murahan kan?, jadi gak perlu kaget kayak gitu kali, " ucap Felix saat merasakan tubuh Changbin menegang.

Felix menghembuskan nafasnya ditelinga Changbin, bulu roma Changbin meremang seketika.

"Sialan Felix! Turun sekarang! " bentak Changbin mencoba menjauhkan tubuhnya dari Felix.

"Gak mau... " jawab Felix manja.

Cobaan Changbin malah semakin bertambah kalau Felix dalam mode manja kayak gini, tambah imut minta di polosin.

"Lix jangan bercanda! "

Badan Felix bergetar pelan, kemudian suara tawa keras terdengar di telinga Changbin.

"Mampus lo, lagian pake bilang gue cabe murahan sih, sekarang kena kan lo! " Felix tertawa sambil mencoba bangkit dari paha Changbin.

Changbin mendatarkan wajahnya saat menyadari maksud Felix.

Tangan Changbin menarik keras tangan Felix membuat Felix gagal bangkit dari paha Changbin.

"Lo kira bakal bisa pergi semudah itu setelah bikin gue kayak gini? " bisik Changbin di telinga Felix.

Felix bergidik saat merasakan tangan Changbin yang mulai merayap dibalik kaosnya.

"Binnhh"

Felix berusaha menghalau tangan Changbin yang mulai semakin semangat bergerak.

Perasaan senang memuncak dalam diri Changbin, melihat ekspresi menolak tapi menerima Felix membuat pikirannya bertambah kacau.

Tanpa menunggu lebih lama, Changbin mengecup bibir Felix yang terlihat begitu menggoda.

"Hmmmnn, Binnhh ahhh hahh "

"Sialanhh, muluthh lohh njirhh hahh" Felix berucap kesal saat merasakan bibir dan lidah Changbin yang mulai beralih ke potongan lehernya, nafas Felix terdengar tidak beraturan.

" kok gue baru sadar lo bisa seseksi ini Lix? " bisik Changbin pelan, masih asik dengan kegiatannya di leher Felix.

"Lizy woy, Lizy inget hahh hahh!! "

Changbin menghentikan gerakannya saat mendengar nama kekasihnya di sebut.

Dengan cepat Changbin menyingkir dari atas tubuh Felix yang terbaring pasrah di kasur miliknya, entah sejak kapan mereka mengubah posisi mereka.

Changbin mengalihkan pandangannya, "sorry , Lix" Changbin berjalan keluar dari kamar Felix tanpa membalikan badannya lagi, meninggalkan Felix yang masih terbaring kaku di kasurnya.

Barusan tadi apaan?

¥
¥
¥

Tetewww ( ̄▽ ̄)~■□~( ̄▽ ̄) INI KALAU BACA PAS LAGI PUASA AMAN GAK?  mwehehe :')) btw ini words nya makin lama makin panjang ae njir kek anu (ಥ_ಥ)

Perfect Two (Changlix)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang