" Dia bukan Changbin, dasar tolol! Tugas sekecil ini saja kalian tidak bisa "
" Maaf bos, ini kesalahan kami."
" Memang! apa susah nya membedakan sosok pendek seperti Changbin, hah? "
Felix membuka matanya perlahan, suara-suara keras yang saling bersahutan membuat kepala Felix semakin berdenyut sakit.
" hng..."
Suara keras itu langsung berganti menjadi hening saat suara lenguhan Felix terdengar.
" Bagus kau sudah bangun, siapa namamu? "
Felix menatap laki-laki di depannya. Dengan pelan dia membuka mulutnya, berusaha mengeluarkan sedikit suara. Apa daya jika yang dia inginkan malah tidak keluar sama sekali, yang ada malah suara serak putus-putus yang sulit dimengerti.
" Ambilkan dia air! " dengan patuh salah satu dari laki-laki di depan Felix menuruti perintah laki-laki di depannya.
" Namaku Zeon, ini salahku membuat mu berada di situasi sulit seperti ini, mohon maaf kan kesalahan ku. "
Felix hanya mengangguk mendengar ucapan Zeon, lagi pula mau Felix marahpun terasa percuma karena sudah terjadi.
" Apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Felix saat tenggorokannya terasa sedikit baikan.
" Hanya sedikit masalah percintaan, kau kenal Changbin? " tanya Zeon yang di balas anggukan oleh Felix.
" Dia sahabat gue, dulu. "
Zeon menatap Felix lekat. Laki-laki manis di depannya terlihat sedih namun masih menunjukan jika dia kuat menghadapi masalahnya. Zeon tersenyum kecil.
" Namamu? " tanya Zeon lagi.
" Felix, Lee Felix. Bisa lo copot tali di badan gue? " tanya Felix dengan sedikit ringisan.
Zeon menggaruk rambutnya yang tiba-tiba terasa gatal. Kenapa dia bisa melupakan itu? dengan ringisan malu, Zeon memerintahkan anak buahnya melepaskan Felix.
