~ Saya Mencintaimu, Maria ~

7.7K 338 0
                                        

Saya sangat beruntung dicintai oleh Wanita secantik, dan tangguh seperti kamu Maria
Yang tegar dan Sabar. Selalu percaya jika cintamu terbalaskan. Terimakasih Maria, Kamu telah mengajarkanku indahnya mencintai
Muhammad Adnan Alhaqqi

(Makasih kata-kata kak Sitilacha)

~Cinta Seorang Ustadz 💐~

"Maria?" Ujar seseorang dan menepuk bahuku membuat diriku menoleh kebelakang

"Eh, sita?!" Ujarku riang.

Hubunganku Dan sita telah membaik. Dan Satu minggu yang lalu dan menikah dengan Teman lamanya

"Oh. Tumben ke Alfamart sendiri? Kemana Adnan?" Tanya sita ketika melihat Maria sendirian dan membawa keranjang belanja

"Mas adnan lagi kerja. Lagian Aku udah Izin kok tadi. Dan kamu sendiri disini? Bukannya rumah kamu cukup jauh dari Alfamart?" Tanya Maria membuat Sita terkekeh kecil

"Rumah kita itu sebelahan. Kamu naik apa kesini. Kamu tau sendiri kan di Kompleks kita tidak ada Alfamart. Aku bersama mas Fandy. Dia lagi di parkiran" ujar sita membuat Maria mengangguk mengerti

"Aku tadi naik taxi. Aku kadang suka lupa kalau rumah kita sebelahan loh?" Canda Maria membuat Dua wanita tersebut tertawa kecil

"Ada-ada aja kamu,mar. Kamu beli apa aja?" Tanya Sita melirik keranjang belanjaan Maria yang hampir penuh

"Belih kebutuhan dapur. Kalau kamu sendiri?" Tanya Maria membuat Sita tersenyum Kecil

"Beli cemilan. Soalnya nanti Keluarga besar bakalan kerumah" ujar Sita dan Maria mengangguk kecil

"Yaudah deh aku kekasir dulu yah" ujar Maria dan diangguki oleh Sita

"Aku duluan mar. Mau cari cemilan yang lain" ujar sita dan mendapat deheman oleh Maria

Dan Maria berjalan pelan menuju kasir untuk membayar belanjaannya

Setelah belanja kebutuhan Dapur. Aku keluar dari Alfamart dengan tangan yang penuh dengan belanjaan

"Maria?" Ujar Fandy. Dia adalah Suami Sita

"Eh, Bang Fandy?! Ada apa?" Tanyaku melihatnya dengan senyum tipis

"Oh, Tidak apa-apa. Kebetulan kita bertemu disini? Ngomong-ngomong dimana Adnan?" Tanya fandy ketika melihatku sendirian dan juga kesulitan membawa belanjaan

"Mas Adnan kerja. Baiklah bang, saya pulang dulu" pamitku

"Tunggu" cegahnya sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu

"Kamu tidak ingin pulang bersama kami? Ku lihat belanjaanmu cukup banyak dan nanti bisa merepotkan dirimu" ujarnya membuatku tersenyum kecil

"Maaf, saya sudah pesan Taksi online" ujarku membuatnya mengangguk paham

"Baiklah hati-hati,dijalan" ujarnya dan aku hanya tersenyum tipis sebagai jawaban

Aku berjalan hingga didepan pos satpam. Dan tak lama kemudian taksi online datang.

Aku harus cepat-cepat pulang. Karena aku harus memasak untuk makan malam nanti.

Sampailah diriku didepan rumah berpagar putih. Yakni rumah kami

Aku membuka gerbang tersebut dengan perlahan. Tak lupa menenteng banyak plastik belanjaanku

Saat aku akan membuka pintu rumah. Aku melihat ada mobil yang terparkir dibagasi. Itu adalah mobil mas Adnan? Tumben dia pulang duluan??

Lalu aku masuk kedalam rumah tak lupa mengucapkan salam

"Wa'alaikummussalam. Kamu dari mana aja?" Tanyanya membuatku mendengus kecil

Dasar pelupa. Untung sayang

"Dari Alfamart. Beli belanjaan bulanan. Kan tadi Maria udah izin?" Tanyaku dengan nada pasrah membuatnya terkekeh kecil.

"Iya-iya, Dzaujati. Jangan marah terus yah" ujarnya membuatku cemberut.

Ah! Lagi-lagi dia pandai merendam emosiku

"Aku Mencintaimu,Maria" ujarnya dengan melantunkan bait-bait cinta. Meskipun aku sering mendengarnya. Tapi, entahlah jantung ini tidak bisa di ajak kompromi

"Udah,ah mas godain nya. Maria harus masak" ujarku pura-pura kesal untuk menyembunyikan hatiku yang bersorak bahagia

_________________

Ketemu lagi sama author Cuantekk.

Aku ngga mau banyak omong sekarang.  Ngga mood ajaa

Kalau ada Typo atau Segala macam. Jangan Sungkan-sungkan untuk Komen yah, Kawan. Aku gabakalan Gigit

Jangan lupa Vote dan komen yang banyak

Salam dari aku.

_Thabitha💐

Cinta Seorang Ustadz 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang