Entah mengapa diriku sedih. Melihat tingkah mu mulai berubah. Tapi, aku tak bisa berbuat apa-apa
Cinta Seorang Ustadz 2
"Mas. Aku pulang dulu" pamit Maria ketika ia telah membersihkan keranjang makanan. Dan melirik Sang suami yang fokus ke layar laptop
"Kamu pulang sama siapa?" Tanya Adnan dengan melirik Maria sekilas
"Sendiri. Tenang aja kok, mas. Aku udah pesen Taxi online" ujar Maria lembut ketika melihat Raut khawatir yang terpancar Suaminya untuk dirinya
"Yaudah. Hati-hati dijalan" ujar Adnan dan Maria menyalimi tangan Adnan. Sebagai bentuk Seorang Istri yang berbakti
"Iya, mas. Assalamualaikum" ujar Maria pelan. Ia agak sedih melihat Adnan tak mencium keningnya dan tersenyum manis kepadanya. Malah dia lebih fokus ke layar laptopnya dengan sesekali tersenyum senang.
"Wa'alaikummussalam" ujar Adnan tanpa melirik istrinya yang menatapnya sedih.
Lalu dengan lesu ia keluar dari ruangan Adnan. Dengan membawa keranjang makanannya. Maria menghela nafas kecil menghalau rasa sesak yang ingin keluar dan menjadi butiran air mata. Matanya telah berkaca-kaca. Tanpa pikir panjang, dia berjalan cepat menuju lift kantor suaminya dan tidak memperdulikan tatapan aneh Fatih, Sekretaris Adnan.
Setelah menunggu hampir 15 menit. Akhirnya taxi yang ia pesan tiba juga. Dia masuk kedalam taxi tanpa pikir panjang. Yang ia inginkan sekarang adalah pulang
"Maaf, neng. Jalanan macet" ujar Sang supir dan diangguki singkat oleh Maria
"Pak. Boleh saya izin, sebentar?" Tanya Maria membuat sang supir keheranan
"Izin kemana, neng? Kekamar mandi?" Tanya Sang supir dan mendapat gelengan dari Maria
"Izin nangis, pak. Saya ngga kuat nahan terus" ujar Maria dengan mata yang berkaca-kaca dan siap menumpahkan air matanya
"Saya kira apa, neng. Tidak apa-apa kok, neng. Neng kelihatan kayak ada masalah" ujar sang supir dengan senyum tipis
"Iya, Pak. Makasih" ujar Maria Serak dan menumpahkan air matanya
"Ngomong-ngomong. Maaf kalau saya kepo. Neng, ada masalah apa?" Tanya pas supir tersebut tak tega melihat Maria yang menangisi dan memukuli dadanya
"Masalah rumah tangga, pak" ujar Maria pelan dan serak. Lalu ia menyeka air matanya
"Oh, saya kita neng masih Singel. Maaf yah, neng. Saya ngga maksud sok menggurui atau apapun. Ini cuma pendapat saya. mending dibicarakan baik-baik, neng. Tidak baik kalau bertengkar lama-lama. Saya juga sering bertengkar sama Istri saya" ujar pak supir dengan senyum manis. Membuat Maria tersenyum tipis akan nasihat pak supir
"Ngomong-ngomong, nama bapak siapa?" Tanya Maria pelan. Rasa sakit dihatinya perlahan sirna karena mendapat nasihat dari pak supir
"Nama saya Mahdani hubuwono. Panggil aja pak dani" ujar pak supir dengan senyum manis
"Terimakasih pak" ujar Maria. Ketika Taxi telah sampai didepan rumahnya. Lalu Maria keluar dari Taxi dan tersenyum Kecil. Ketika pak dani pamit pergi karena mendapat Pesanan
"Apakah, aku bisa memaafkan mas Adnan?" Tanya Maria kepada dirinya sendiri. Dan memasuki rumahnya dengan langkah pelan.
Aku yakin kamu bisa,Mar batinya dengan senyum tipis. Dan berjalan kedapur untuk membuatkan makan malam untuk sang suami tercinta.
Mas. Maafkan sikap istrimu yang kurang ajar ini batin Maria dan beristighfar dalam hati. Semoga Allah memaafkan dosa yang ia lakukan pada sang suami
_________
______________
___________________
Maklum lah. Aku ngga tau konflik-konflik dalam berumah tangga. Kan aku udah bilang. Aku masih pelajar. Kalau urusan Nikah itu masih jauh. Aku juga harus menurunkan Gengsi untuk tanya sama tanteku, dan ibuku tentang konflik Rumah tangga.
Asalnya mereka dibilang 'kamu masih, kecil. Ngapain tanya nikah-nikah? Kamu ngebet nikah? Emang siapa calonnya?' Soo itu yang mereka katakan.
Ngapain ngebet nikah. Calon aja belum adaa. Yah, yang kalian tau. Author ini Jomblo gengs. Dan author selalu berdo'a setiap malam minggu turun hujan. Wkwkwkw, Bercanda. Yah Ngga mungkin lah. Setiap malam Minggu Author selalu sempetin nonton Drakor alias Drama Korea. Author suka banget. Apalagi sama Boyband dan Girlband. EXO, BTS, BLACKPINK, Ret Velvet, SNSD, SEVENTEEN, dan aku juga suka sama WANNAONE. Aku sedih Wannaone harus selesai. Padahal aku sangat nge-fans sama Kang Daniel. (Aduhhh. Kok malah Curhat sih?!)
Oklah, sampai disini dulu. Dan sampai ketemu di part selanjutnya.
Kalau ada Typo atau semacamnya. Kalian Boleh Komen. Author ngga bakalan Gigit kok😀. Selamat menikmati
Jangan lupa Vote, yah. Biar aku bisa Up dengan Semangat 45. (Author alay)
Salam dari aku
_Thabitha💐
Sidoarjo, Jawa timur
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Seorang Ustadz 2
RomanceIni cerita setelah Ustadz Adnan dan Maria menikah?? bagaimana kisahnya?? Silahkan Baca dan dinikmati. Diharuskan yang membaca CSU sebelum CSU2. Agar kalian faham dan tidak bertanya yang membuat saya pusing tujuh keliling. ___________ Untuk dirimu Pa...
