2. Kenyamanan

352 29 0
                                        

"Berliana" teriak Chintya dari kejauhan dan menghampiri Berliana

"Darimana aja sih lo gak di apa apain kan sama Aristanzo?" Tanya Berliana pada chintya yang sudah ada di depannya dengan nafas yang ngos-ngosan

"Gak kok" bohong Chintya

'tuh anak bikin gue jantungan terus' batin Chintya dan tersenyum agar Berliana percaya padanya.

"Yakin lo?"

"Yakin"

"Yaudah yuk ke kantin" seru Berliana dengan mantap.

**

"Nih pesenan lo" ujar Berliana menaruh mangkuk bakso di depan Chintya

Chintya hanya diam dan memandang lurus ke depan mengabaikan Berliana yang sedang menatapnya aneh. 'kenapa jantung gue serasa disko sih setiap gue berhadapan sama tuh cowok, gue harus jauhin dia titik' batin Chintya

"Woii kampret" ujar Berliana dan menggebrak meja kantin tidak terlalu keras. Sehingga menyadarkan Chintya yang tengah melamun.

"Bangke" kesal Chintya.

"Ngelamunin apa sih lo, makan tuh bakso tadi katanya laper sekarang malah ngelamun ngelamun bae"

"Berisik deh lo"

"Yain deh, untung temen"

Setelah itu mereka makan dengan tenang. Selang beberapa menit tiba-tiba ada yang menghampiri meja ituu dan...

"A--Aduhh sakit woi" ujar Chintya mengaduh kesakitan. Ia belum melihat siapa dalang dari tingkah yang menjewer telinganya ini.

"Dek, kok lo ninggalin gue berangkat sekolah sih" ujar Alvin yang masi menarik telinga Chintya.

"Aduh kakk lepasin dulu"

"Oh iya-iya" ujar Alvin sambil melepaskan jeweran nya.

Setelah itu Chintya mengusap usap telinga yang di jewer sama kakak nya yang tengil ini, sampai sampai telinganya merah seperti kepiting rebus.

"Lo sih kak pagi-pagi udah bikin mood gue hancur, ampe gue keselek gara gara lo"

"Ya deh maaf adikku yang tersayang" ujar Alvin sambil mencubit pipi Chintya gemas.

Sementara semua yang dikantin merasa iri karena melihat kebersamaan adik kakak itu.
"Omg!! mau dong di gituin juga"

"Aduhhhhh meleleh hati dede bang kalau abang gituin dede"

"Astaga kalau gue yang di gituin sama dia gue bakal bungkus, gue segel aja deh sekalian biar ga ada yang ambil"

Ya begitulah celotehan para fans wanita dari seorang Alvin Arista Addison. Alvin? Masa bodoh karena dia sudah sering mendapat celotehan itu setiap hari. Sampai sampai fans nya pernah mengikuti nya ke dalam kamar mandi katanya "gue suka sama lo sukaaa bangett, gue mau ngorbanin sesuatu yang berharga buat lo" sedangkan Alvin hanya bergidik ngeri 'murahan' batin Alvin. Tanpa kata-kata satu pun Alvin meninggal kan cewek murahan itu dan mengumpat dalam hati agar ia tidak bertemu dengannya lagi. Oke next.

"Eh ada lo Ber, pacar lo yang cuek itu kmn?" Tanya Alvin kepada Berliana.

'ber? Lo kata gue beruang, langsing kayak jisso blacpink gini di bilang beruang. Lah sekarang pacar gue yang tercinta malah di bilang cuek, ya emng cuek si tapi gueee sayang banget sama dia melebihi cinta ku ke ji chang wook. Dasar Kakak sama adik sama² ngeselin' batin Berlian.

CHINTYA ARISTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang