Part 10

8.5K 263 21
                                    

Masih memakan mie instan yang tadi dimasaknya, zahra pun juga menunggu suaminya pulang

Entahlah zahr tidak tahu kemana suaminya pergi, sambil terus makan dia sembari bermain dengan kucing kucing nya yang berada dikakinya

kucing yang berada dikakinya pun dengan sangat senang melompat ke atas paha zahra dan menggeliatkan badan nya di paha zahra

zahra yang memakan mie nya pun tidak peduli dengan kucing yang naik kepaha nya, malah zahra saat ini asik mengelus bulu bulu kucing itu dengan satu tangan yang makan juga

"meow" raung kucing kesayangan zahra

saat sedang asiknya mereka bermain dan zahra makan tiba tiba saja ada suara yang mengagetkan mereka dan itu membuat kucing zahra lari ke arah kandang nya

"kau ini" ujar suara bass itu

zahra dapat melihat suaminya di sana sedang berdiri dan menempel pada dinding tiang rumahnya

"zach" panggil zahra

"hm, kau tahu kucing itu kuman, dan kau makan saat kau memegang kucing pula, kau ingin cepat mati" ucap zach sarkas

entah apa dan dorongan dari mana zahra tidak suka bicara zach yang ini

"tidak ada yang peduli aku mati kan" balas zahra lalu dia beralih meletakan mangkuk yang habis dia gunakan di tempat cuci piring

lalu setelah meletakan itu dan melihat zach hanya diam saja akhirnya zahra melewati suaminya

"oh ya, walaupun benar nanti aku sakit parah bahkan meninggal sekalipun, kakak bisa senang bersama hidup kakak disana, permisi" ujar zahra dengan kalimat tetpedas nya kali ini

tidak tahu lah zahra mendapat keberanian dari mana, tadi zahra sempat berpikir bahwa dirinya memang benalu

dan saat zach berbicara seperti itu, zahra pun sangat mensyukurinya sehingga dia bisa membalas perkataan zach

zach yang mendengar zahra berbicara seperti itu hanya diam tanpa bisa menjawab perkataan zahra kali ini

dia hanya melihat punggung zahra yang semakin jauh dari pandangan nya

menurut zahra, hari ini dia sudah cukup lelah karena dikerjai oleh afda dan mola

dia tidak kesal akan hal itu hanya saja dia takut jika tersesat sendirian

zahra akhirnya masuk ke dalam kamarnya dengan sedikit membanting pintu kamarnya sehingga menimbulkan suara yang sedikit kencang

"kenapa sih? kenapa? selalu aku yang disalahkan, terserah mereka mau bilang apa soal aku tapi kenapa juga harus ichi ocha sama acha yang disalahkan" gerutu zahra sembari memukul kasur nya dengan bantal

tok tok tok..

pintu kamar zahra diketuk dari luar oleh zach, siapa lagi jika bukan pria itu yang mengetuk nya

zahra dengan malas membuka pintu itu dan memperlihat kan raut wajah suaminya yang sedikit panik dan terburu buru

"loh loh" zahra kaget saat tiba tiba saja zach masuk dan mengunci pintu nya

"suttt" suruh zach dengan menempelkan telapak tangan nya pada mulut zahra dan memposisikan zahra tepat dibelakang pintu itu

posisi mereka berdua kali ini juga sangat sangat canggung

"ck kau itu kenapa sih?" bentak zahra yang jengah melihat sikap zach yang sedari tadi hanya panik

"kau bisa diam tidak, kata satpam tadi papah sama mamah akan datang kesini" ujar zach memberitahu zahra

Culun is my wifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang