Bakar!

429 23 0
                                        

Bakar, biar hangat.
Purnama berlalu, tapi malam dingin mencekam.
Puisi hampir tertulis namun terhenti karena gerimis.
Hujan? Ah tidak, mungkin tangis. Tangis siapa? Ah mungkin tangis puan dilanda kerinduan?.
Tapi apa hanya puan? Bagaimana dengan tuan? Apa tuan tak rindu?.
Benar! Ternyata tuan pun merindu.
Tapi tangis siapa? Apa keduanya?
Mengais kenangan dalam kening, ruang menjadi hening.
Tampak tuan menatap foto sambil menangis lesu.
Tapi puan di jauh sana mungkin juga menangis merindu temu. Semoga lekas bertemu, agar rindu tak terbawa angin layaknya debu.
Segera menjadi temu, agar kalian kembali bersatu.

Catatan hujan - "Quote&Poetry"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang