5. Kesalahan

67 11 11
                                        

Baca pelan pelan soalnya ini lebih dikit dari yang biasanya

:)

Happy reading 💓

Semua rasa nyaman, dan kecemburuan ku ini ,kamu yang menumbuhkan, jadi jangan salahkan aku jika aku marah karena cemburu.

~Berlia Prasasti ~

Empat hari sudah berlalu.
Semua beranjak bergegas meninggalkan Bali, seperti biasa Berlia dan Herman duduk bersama, dan Nurul dengan Marko.

******
Siswa sudah sampai didepan SMA. Dan ada salah satu guru yang berbicara dengan pengeras suara.

"Anak anak, tugas di kumpulan Pekan depan, tolong jangan ada yang terlambat, besok libur, masuk lagi hari Senin dan mengumpulkan tugas stady tour".

Guru itu beranjak pergi.
"Ayo kita pulang" ajak Berlia

"Ayo, mau mampir makan dulu nggak nih?" Tanya Herman.

"Nggk usah aku udah capek". Jawab Berlia

Mereka berdua pun pulang menyusuri jalan, sedangkan Nurul dan Marko mereka masih ingin jalan-jalan berdua.

*******

"Ber mau gua anterin ke dalam nggak?" Tanya Herman.

"Nggak usah Her Lo pasti capek, gua abis ini langsung istirahat kok" jawab Berli

"Ya udah, gua pamit dulu yaaa cewek bawel" seperti biasa Herman mengacak-acak rambut Berlia karena gemas.

Herman pamit dan beranjak pulang. Tak butuh waktu lama mobil Herman sudah tak terlihat di depan rumah Berlia.

Berlia segera masuk ke kamar dan merebahkan badannya. Karena sangat capek Berlia ketiduran sampai belum membuka sepatu yang ada di kakinya.

Kling kling
Pesan WhatsApp

Herman.
"Haloo mis bawell, udah tidur belum, kalau udah tidur yang nyenyak, jangan berharap ketemu aku karena aku masih melek "

Herman.
"Udah tidur yaaa padahal gua lagi kangen, ya udah deh".

*******

"Selamat pagi mahh" sapa Berlia.

"Selamat pagi sayang, mau masak, kok pagi banget, bukannya libur?". Tanya Zulfa

"Iya mah, tapi aku mau masak buat Herman, soalnya dia kemarin mbantuin aku"

"Ya udah Mama bantuin" jawab Zulfa.

"Iya mah makasih ya, mamah kan jago masak"

Zulfa hanya tersenyum.

*******

Berlia menuju rumah Herman yang lumayan dekat dengan rumahnya.

Tak terasa Berlia sudah sampai ada di depan rumahnya. Tapi ada perempuan yang duduk di teras rumah bersama Herman.

"Loh siapa ya itu" gumam Berlia.Berli diam sejenak dan menunggu gadis itu pergi.

"Her Gua mau Lo balik sama Gua" ucap Selly.

"Gua udah nggak bisa sama Lo" .

"Tapi gua masih sayang sama Lo Her".

"Gua enggk sell!".

"Okay, kalau Lo nggak mau balik sama Gua, Gua mau minta satu hal dari Lo" Selly berdiri dan agak menjauh.

"Lo minta apa".

"Sini Her Gua bisikin".

Herman mendekat, tiba-tiba Selly langsung memeluk Herman. " Gua minta pelukan Her" .ucap Selly

Herman yang tadinya biasa saja di kagetkan oleh keberadaan Berlia, yang tepat berada di depan teras Herman.

"Ber?!" Panggil Herman dari kejauhan.

Berlia tak menghiraukan dan lekas pergi, melihat itu Herman langsung berlari menuju Berlia.

"Ber, ada apa?" Tanya Herman sambil memegang tangan kanan Berli agar tidak lari lagi.

" Nggk papa Her cuma pengen ngasih ini" sambil memberikan tempat makan. Herman pun membawanya.
Berlia pun segera pergi dan lari, larinya lumayan cepat sampai sampai Herman tak bisa menggapai tangan Berlia.

*****

Sampai di rumah Berlia langsung masuk ke kamar dan menutup rapat-rapat pintunya.

"Kenapa sih gua harus cemburu!" Ucap Berlia tak tahan meneteskan air mata.

Satu jam kemudian

Line

Herman.

"Berlia, aku harap kamu tidak marah sama aku, jangan salah paham dengan kejadian tadi pagi".

Berlia tak menjawab.

Herman.

"Kamu marah?".

WhatsApp

Herman

Panggilan Tak Terjawab (10)

******

Tok tok tok
Selamat sore.

Tak ada orang di rumah Berlia kecuali Berlia, ayah dan ibunya tadi siang pergi ke luar kota urusan bisnis.

"Ngapain sihhh Lo" ucap Berlia, Sambil masuk kedalam rumah.

"Ber Gua ma jelasin" ucap Herman, Sambil berlari mengejar Berlia

Berlia tak menggubris, dan beranjak meninggalkan Herman.

"Ber" ucap Herman dan menggapai tangan Berlia.

"Ber, Lo cemburu kan, nggak usah Lo jelasin Gua udah tau, jangan marah sama Gua, Gua emg salah tapi Gua cuma sayang sama Lo" ucap Herman sambil membalikkan tubuh Berlia dan memeluknya.

Berlia hanya diam, sedih, nangis, dan membuat pelukan Herman semakin kuat.

"Udah ya Ber, jangan sedih Gua minta maaf. Ucap Herman dan mencium kening Berlia dan memeluknya lagi karena takut kehilangan Berlia.

Berlia masih tetap diam.

"Her Gua mau istirahat, Lo pulang aja" ucap Berli.

"Nggak mau, Lo kan di rumah sendiri, Gua mau jagain Lo, Lo kalau mau istirahat Gua ada di ruang tamu, bye" ucap Herman.

Berlia beranjak ke kamar dan menutup pintu rapat-rapat.

*
*
*
Jangan lupa tinggalkan jejak vote commen dan share
Semoga suka
🌼

THE SECRET LOVE (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang