11. LDR

38 5 3
                                        

Perpisahan bukanlah pumutus hubungan, namun seberapa kuat menjaga perasaan agar tetap bertambah rindu

Herman & Berlia

Tak terasa 3 bulan berlalu dengan cepat, Berlia dan Herman sudah tidak satu atap dengan orang tuanya, mereka sudah tinggal di apartemen milik Hans.

Herman dan Berlia bersiap siap untuk pergi ke luar negeri untuk meneruskan perguruan tinggi.

"Yang udah selesai belum beres beresnya" ucap Herman.

"Iya sebentar lagi" ucap Berlia sambil memasukkan baju kedalam koper dan menutupnya.

"Yuk cari makan dulu udah lapar nih" ucap Herman.

"Ayuk" ucap Berlia sambil menyeret tangan Herman.

Herman dan Berlia menuju ke mobil dan segera masuk. Mobil Herman melaju dengan kecepatan normal.

"Sayang, kita mau makan apa" ucap Berlia manja.

"Em... apa ya, kita pergi ke restoran dekat sini aja ya" ucap Herman sambil fokus menyetir.

"Aku lagi pengen makan ramen" ucap Berlia.

"Ya udah yuk kita ke restoran Korea" ucap Herman yang membuat pipi Berlia mengembang.

Herman sedikit melirik dan agak lucu melihat tingkah Berlia tidak seperti biasanya, dan kenakan menggemaskan.

" Kamu itu kenapa" ucap Herman sambil mengacak-acak rambut Berlia.

"Nggak papa kok, besok kita udah LDR, aku mau jalan-jalan sampai malam sama kamu ya" ucap Berlia.

"Iya deh, apa sih yang enggak buat istri ku" ucap Herman sambil menggenggam tangan Berlia.

•••

Hari sudah berlalu tak terasa tiba waktunya untuk Berlia dan Herman berangkat belajar di negri orang dan negri yang berbeda.

Di situlah mereka berdua di uji, yang biasanya setiap hari sesalalu bersama kini mereka harus terpisah karena demi cita cita.

Mereka hanya sering bertukar kabar lewat ponsel.

Selesai kelas Herman selalu mengabari Berlia.

Herman

"Sayang sudah makan belum. Jaga kesehatan ya biar, sama rajin belajar".

Berlia

"Iya, aku sudah makan. Kamu juga jaga kesehatan dan rajin belajar.

••••

Lima tahun kemudian.

Tak terasa Herman dan Berlia sudah pulang ke Indonesia. Mereka berdua menjadi pasangan yang sangat serasi walaupun sudah tidak terlalu muda seperti SMA, namun mereka menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri.

Kini tiba saatnya Berlia dan Herman harus meneruskan bisnis orang tua mereka. Karena orang tua mereka sudah mulai menua dan harus pensiun.

Perusahaan Berlia dan Herman berkembang dengan pesat dan sukses. Namun di sisi lain ada duka yang terselip di hati Berlia dan Herman.

Selesai kuliah Herman dan Berlia sudah mengurus perusahaan selama 5 tahun tapi belum di karuniai seorang anak.

Walaupun mereka sudah sama sama di Indonesia namun mereka sibuk dengan urusan pekerjaan mereka masing masing. Jadi mereka jarang ketemu karena sering berpergian ke luar kota demi urusan bisnis.

Hal itu membuat Berlia dan Herman sedih karena tidak bisa bertemu setiap hari.

••••

Berlia terburu buru masuk ke mobil, dengan kecepatan lumayan tinggi dia melaju, saat itu suasana sangat dingin karena hujan deras. Ternyata hari itu Berlia lupa akan bertemu dengan seorang pejabat penting yang akan bekerja sama dengan perusahaan Berlia.

Hujan cukup deras dan membuat kaca di depan mata Berlia mengembun, Berlia tidak bisa melihat dengan jelas jalanan yang ada di depannya.

Jalanan tidak begitu jelas, Berlia tidak melihat kalau di depan ada mobil berjalan ke arah Berlia.

Suara hantaman begitu keras. Berlia dan orang yang ada di mobil yang berbeda juga tidak sadarkan diri, mobil mereka di kerumuni banyak orang, beberapa saat kemudian polisi dan ambulans datang.

••••

Malam
22.00 WIB

Berlia di rawat di rumah sakit, keadaannya cukup kritis, begitupun pasien yang bertabrakan dengan Berlia.

Pihak rumah sakit menghubungi keluarga Berlia. Untuk segera datang ke rumah sakit.

Rumah sakit menghubungi Herman.

"Selamat malam, maaf mengganggu, kami dari pihak rumah sakit ingin memberikan kabar bahwa saudari Berlia sedang di rawat di rumah sakit" ucap suster saat menelepon Herman.

Herman sangat kaget dan langsung pulang menuju rumah sakit yang telah di berikan alamat lewat SMS.

Pagi,
02.00 WIB

Herman sampai di rumah sakit tempat Berlia di rawat.

Berlia di rawat di kamar yang masih kelas ekonomi dan satu ruangan di isi dua orang.

Herman segera menyelesaikan administrasi agar Berlia di pindah di kamar kelas VIP.

Beberapa saat kemudian Berlia sudah di pindah.
Herman segera masuk ke kamar tempat Berlia di rawat.

"Berlia, kok bisa kayak gini sih, ayo cepat sadar, aku udah di sini, aku udah pulang Ber". Ucap Herman sambil menggenggam tangan Berlia yang tering lemas.

Tak terasa air mata Herman jatuh karena merasakan kesedihan yang begitu dalam.

"Berlia, maaf ya aku nggak selalu ada buat kamu, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku, dan jarang di samping mu" ucap Herman sambil menangis.

Tak terasa semua tangisan Herman menjadi rasa kantuk yang memejamkan mata Herman yang sedang menggenggam tangan Berlia.

Bersambung...

Jangan lupa tinggalkan jejak vote comen dan share.

Makasih sudah membaca 😉

THE SECRET LOVE (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang