14. Waktu

21 4 2
                                        

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
(QS. Ar-Rahman 55: Ayat 13)

2 bulan berlalu.

Berlia sudah cukup sehat
Dia merasa lebih baik dan ingin pergi keluar.
Hermanpun menuruti kemauan istrinya untuk berjalan jalan mecari udara segar.

Akhirnya Berliapun ingin pergi ke puncak dan berlibur bersama Herman.

Nantinya Herman dan Berlia akan menginap di villa yang telah mereka sewa untuk Berlibur.

Herman dan Berlia berkemas-kemas untuk pergi ke puncak. Dengan style yang sangat baik Berlia dan Herman pergi ke puncak.

Saat di perjalanan Berlia merasa lapar dan akhirnya Herman dan Berlia berhenti di tempat makan yang terkesan mewah tapi asri tempat makan yang terbuat dari bambu dengan desain milenial dan pedesaan di gabung menjadi satu dan terkesan sangat nyaman.

Tak kalah rasa masakannya enak dan lezat.
Setelah mereka kenyang mereka melanjutkan perjalanan menuju villa.

8 jam berlalu akhirnya Berlia dan Herman sampai di villa dan mereka langsung beristirahat karena merasa lelah dan segera menuju ke kamar dan merebahkan badan.

Tak butuh waktu lama Berlia sudah tertidur pulas. Sedangkan Herman sedang menata baju ke lemari.

"Duh kasian sekali istri ku, pasti kecapekan" ucap Herman sambil berjalan menuju Berlia dan duduk di samping Berlia dan mengelus pipi Berlia dengan lembut, tak lupa Herman mencium Berlia setiap Berlia tidur.

Setelah selesai beberes, Herman akhirnya juga merebahkan tubuhnya di samping Berlia Herman menyelimuti Berlia dan tubuhnya dengan satu selimut dengan menggenggam tangan Berlia tak lupa Herman mencium kening Berlia sebelum tidur.

Mereka berdua akhirnya terlelap dan tidur pulas.

Pagi.

Hawanya terasa sangat dingin, Berlia terbangun dari tidur lelapnya, ia tersadar dari tdr berada di pelukan Herman suaminya. Dengan halus Berlia memindah posisi tdr menjadi duduk dan melihat hp untuk melihat suhu.

"10° C dingin banget" ucap Berlia membangunkan Herman.

"Kenapa sayang" ucap Herman sayu.

"Dingin banget sayang" ucap Berlia sambil menggigil.

Herman tampak khawatir dia langsung duduk dan memegang kening Berlia.

Tidak panas Berlia hanya kedinginan. Akhirnya Herman memberikan jaket tebal yang sudah di siapkan.

Herman dan Berlia melanjutkan tidur mereka hingga subuh.

06.00 WIB

Herman dan Berlia masih tampak kedinginan dengan suhu yang belum bertambah.

Akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan jalan dan keluar dari villa untuk mencari udara segar dan mencari yang hangat hangat.

Saat di perjalanan Berlia dan Herman melihat salah satu penduduk menyalakan api unggun.

Herman dan Berlia pun mendekat ke penduduk tersebut.

Sebelum menyapa penduduk itu menyapa duluan.

"Halo anak muda mari sini menghangatkan tubuh di pinggir api unggun " ucap pemuda desa .

Herman dan Berlia mengiyakan karena memang kedinginan.

"Permisi saya Herman dan ini istri saya" ucap Herman sampai mengulurkan tangan.

" Oh iya saya Al, nama aslinya Almukarom tapi suka di panggil Al

Akhirnya mereka semua pun berbincang-bincang dan saling mengenal.

Setelah di pinggir api unggun, tubuh Herman dan Berlia mulai hangat, dan kenakan.

Setelah menghangatkan tubuh Herman dan Berlia tak lupa berterima kasih kepada orang yang telah membantu nya

Satu, dua, tiga hari berlalu. Tak terasa sudah satu Minggu di puncak Herman dan Berlia pun bergegas siap siap untuk pulang ke rumah mereka.

Malam terakhir di puncak terasa berbeda. Hari ini sangat ingin dan membuat Herman dan Berlia menutupi seluruh tubuhnya di balik selimut.

Itu berulang sampai pagi .

^-^

Akhirnya Herman dan Berlia pulang.
Mereka sangat lelah.

12 jam kemudian

Akhirnya mereka sampai di depan rumah. Mereka seperti biasa istirahat sebentar.

2 pekan kemudian

Berlia terlihat lemas
Badannya lemas mukanya pucat
Dan parahnya lagi Berlia

Akhirnya Herman membawa Berlia ke dokter untuk cek.

Beberapa menit kemudian

"Dok Berlia sakit apa" ucap Herman khawatir.

Bersambung....
Jangan lupa vote Comen dan share

THE SECRET LOVE (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang