*WARNING NC PART*
.
Sore yg dingin ini mengantarkan Saint pada lembah keterpurukan. Kejadian pagi tadi yg mencekam, membukakan mata Saint yg di butakan oleh cintanya pada Perth. Kini bukan hanya raganya yg sakit, tapi seluruh jiwanya. Saint terduduk lesu dan kosong memeluk kedua kakinya di pinggir jendela kamarnya sambil menatap riuhnya Kota Bangkok. Tangannya mengepal sebuah handuk putih yg penuh dengan bercak darah yg ia tekan pada luka di kepalanya agar darah tak terus mengalir. Tapi sia-sia, air matanya masih sesekali menetes melewati pipinya yg terluka juga.
Perasaannya tak karuan. Hatinya di penuhi oleh tanda Tanya mengapa Perth membohonginya, dan perubahan sikap Perth kemarin. Rasa curiga menyerangnya. Apakah Perth kini yg justru ingin kembali mengejar Bua? Tidak. Saint sudah tidak peduli lagi sekaran. Baginya kebohongan Perth saat ini meningalkan luka yg dalam di hati Saint.
Masih terpaku menatap jalanan Kota Bangkok dari jendela apartemennya, Saint mendengar derap langkah kaki berlari menuju ke arah apartemennya. Dan menggedor keras pintu apartemen Saint yg sudah ia kunci.
TOK TOK TOK
"Saint! Apa kau di dalam? Jawab aku Saint!"
Suara Perth.
TOK TOK TOK
Ketukan di pintu apartemen semakin kencang.
Saint menelungkupkan wajahnya kedalam kakinya. Ia menutup telinganya rapat. Tak mau mendengar suara Perth.
"Saint, aku mohon jawab aku! Apa kau di dalam?"
Saint masih terdiam. Tak mau menjawabnya. Ia kini hanya ingin menghilang. Kondisinya sekarang sangat memprihatinkan. Bercak darah mengotori seluruh baju piyama nya. Pipidan kepalanya yg terluka belum di obati. Pikirannya sangat kacau. Saint ingin sendirian saat ini. Ia tak mau bertemu dengan Perth.
PIP PIP
Sebuah bunyi kartu di tempelkan pada kunci pintu terdengar. Mungkin Saint lupa kalo Perth memiliki cadangan kunci dari apartemennya.
Perth segera masuk, namun langkahnya tertahan di ambang pintu karena melihat kekacauan yg terjadi di ruang tamu apartemen Saint. Perth mengerutkan dahinya mencoba mencerna apa yg terjadi. Ruangan ini seperti kapal pecah baginya. Banyak berserakan pecaha-pecahan kaca di sana sini. Perth mengedarkan pandangannya ke seisi ruang tamu. Matanya berhenti di sebuah hiasan kaca yg terdapat noda darah di atasnya.
"Saint?"
Perasaan Perth tak enak. Hatinya langsung khawatir. Darah siapa itu? Di sekitar lantai pun banyak bercak darah berhamburan. Perth tak bisa tinggal diam, seketika ia kalap mencari keberadaan kekasihnya itu.
Dengan langkah hati-hati, Perth berjalan menuju kamar Saint yg ia yakini Saint berada di dalamnya.
"Saint, kau dimana?"
Perth memegang kenop pintu kamar Saint dan membuka pintu itu. Bayangan Saint yg sedang terduduk di depan jendelanya langsung menyita perhatiannya.
Perth memandang nanar kekasihnya yg bersimbah darah itu. Matanya mengernyit dan dahinya mengkerut hebat. Perasaan bersalah langsung menelusup ke dalam rongga dadanya.
"Saint..." katanya lirih.
Perth mendekati Saint secara perlahan. Saint belum juga membalikkan wajahnya untuk menatap manik Perth yg sudah berembun dan bulir bening akan segera jatuh dari pelupuknya.
"Saint, apa yg terjadi padamu? Katakan padaku"
Perth mencengkram bahu Saint sesaat ia duduk di hadapan kekasihnya itu. Saint masih tak bergeming. Matanya masih menatap kosong. Tak ada airah dalam hidupnya. Bulir bening itu lolos juga dari mata Perth.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD LIAR (PerthSaint) [END]
FanfictionSaint Suppappong, harus bisa menerima dan menjalani keputusan yang sudah ia ambil demi kebahagiaan orang yang dia sayangi. Saint harus bertahan meskipun pada akhirnya itu semua hanya akan menyakiti dirinya sendiri . Perth Tanapon, membenci Saint yg...
![BAD LIAR (PerthSaint) [END]](https://img.wattpad.com/cover/184320418-64-k70481.jpg)