8

2.8K 273 36
                                        

"Aku mendengar sesuatu" kata Saint sekali lagi.

Dokter Mark yg kaget segera membereskan hasil lab Perth yg masih tergeletak di meja kerjanya

"Tidak Saint, kau tidak boleh ada di sini. Kau harus ada di kamar, istirahat, atau kondisimu akan semakin memburuk" kata Dokter Mark Mark mengingatkan.

Saint menggeleng lemah.

"Suster, tolong bawa Saint kembali ke kamarnya" teriak Dokter Mark.

Lalu beberapa orang suster datang menghampiri Saint dan memegangi Saint agar tidak jatuh sambil membujuknya kembali ke kamar. Namun segera saja Saint menepis dengan keras tangan-tangan para suster yang ingin membantunya.

Saint perlahan masuk ke dalam ruangan Dokter Mark dengan langkah gontay. Perth sudah mulai khawatir akan kondisi Saint.

"Apa benar Perth akan mendonorkan ginjalnya untukku? Jawab pertanyaanku!!" bentak Saint keras pada Dokter mark.

"Benar. Dan sebentar lagi kau akan sembuh" jawab Dokter Mark singkat.

Saint tercekat. Bukan ini yg dia harapkan.

"TIDAK!!" kata Saint bingung sambil memegangi kepalanya

Perth sudah akan mendekati Saint kalau saja Saint tidak berteriak.

"Aku tidak pernah mengijinkan Perth untuk mendonorkan ginjalnya padaku. Memangnya Perth siapa sampai dia harus mendonorkan ginjalnya padaku. Aku tidak rela kalau Perth Tanapon mendonorkan ginjalnya padaku!!"

Hati Perth sakit mendengar penolakan dari Saint. Pria yg amat di cintainya itu. Matanya terpejam. Detik ini juga Perth merasa sudah akan menangis. Perth mendekati Saint dan mencengkram lengannya lembut.

"Saint, apa kau tidak mengerti kondisimu sekarang? Kau ini harus segera mendapatkan ginjal baru agar kau bisa bertahan hidup. Dan satu-satu nya jalan adalah dengan mendonorkan ginjalku padamu. Aku mohon kau mengertilah Saint. Terima ginjalku" kata Perth meyakinkan Saint dengan sungguh-sungguh.

Mata Saint berkaca-kaca.

"Justru itu Perth, kau tau betul bagaimana kondisiku saat ini. Kau tau aku ini sekarat Perth. Aku ini di ambang kematian. Jangan kasihani aku dengan cara ini. Kau keterlaluan sekali sampai melakukan ini padaku. Jangan pernah kau mendonorkan ginjalmu untukku. Karena itu semua hanya sia-sia. Buat apa Perth?? Aku mohon urungkan niat mu, biarkan aku mati dengan tenang" jelas Saint dengan air mata yang berurai di pipi nya.

"Saint Suppapong!!" bentak Perth keras. "Apa yang kau bicarakan?? Tidak ada seorangpun yang menginginkan kau mati. Semua yang ada di sini sedang berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkanmu. Dan yang bisa kulakukan hanya ini. Hanya mendonorkan ginjalku padamu"

Tangannya yang lemah perlahan meremas kerah kemeja Perth dengan keras. Manik mata itu kembali bertemu. Binar indah yg biasa Perth lihat dari mata Saint hilang. Saint kehilangan cahayanya. Ia kehilangan harapan. Perth sedih membayangkan itu. Perth dan Saint masih saling bertatapan penuh haru.

Saint memejamkan matanya, membuat linangan air mata mengalir. "Jangan Perth, jangan korbankan dirimu untuk orang seperti aku. Aku akan mati, aku akan pergi meninggalkan dunia ini, aku akan meninggalkanmu, Perth. Jangan lakukan hal yang sia-sia. Pikirkan dirimu sendiri Perth. Aku mohon, jangan donorkan ginjalmu untukku, aku mohon, Perth..."

Saint pun jatuh perlahan di kaki Perth sambil terus menangis.

Perth tak kuasa menahan air matanya, meskipun sudah menaikkan wajahnya ke atas, bulir air mata Perth tetap jatuh tak tertahankan. Ia pun menangis dan berjongkok agar bisa melihat Saint. Wajah Saint yang sangat pucat, terlihat sangat menyedihkan ketika ia menangis. Tak ada lagi sinar dan keceriaan di wajahnya. Perth seakan kehilangan sesuatu yang amat berharga dari diri Saint. Kedua tangan Perth menangkup pipi Saint dengan lembut sambil menyeka air mata yang tumpah di pipinya. Saint masih menangis terisak.

BAD LIAR (PerthSaint) [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang