Bening pagi suram meninggal hari
Berlari hati mengejar yang nama ingin diri
Siulan burung bagai mengemis
Berdikir-dikir menyahut sang sejoli
Kaku aku melihat siang
Sautan ombak kubiarkan kesayutan
Kerana kini aku lebih leka dengan helang
Mencari-cari yang namanya satu
Terawang-awang dipusaran sang metapora
Angkuh melawan yang dinamakan si putar alam
Hari semakin dewasa
Keluh ku kian melantun
Harus bijak menilai cinta
Akan lebih angkuh dengan adanya kamu!
8/12/10 Tanjung Tuan PD
ANDA SEDANG MEMBACA
Puisi Tanpa Noktah
Poetry[Tamat] Sebuah Puisi Tentang Cinta dan Rasa "Cinta itu amat memenatkan, terutama ketika mencintai jiwa yang salah"
