Chapter 17

486 22 0
                                        

Di kelas...

"ga kerasa ya bentar lagi udh mau lulus" ucap ananda.

"iya ya...minggu depan aja kita udah on the way jogja" ucap caca.

"sedih ya" ucap tasya.

"kagak" jawab ananda.

"gw juga kagak" lanjut diva.

"gw malah bersyukur bisa lulus" ucap caca.

"yoi" jawab safina.

"tapi kita kan harus berpisah" ucap tasya.

"setiap pertemuan pasti ada perpisahan, kalo lu gamau ada perpisahan ya lu gausah ketemu" ucap ananda.

"yehh mulai dah...namanya pertemuan tuh takdir. Dan perpisahan itu wajar" ucap caca

Ananda langsung melonjak bangun dari tempat duduk nya dengan gaya semangat 45.

"oke, kita berpisah buat meraih cita-cita kita. Disaat kita berkumpul kita semua sudah menjadi orang sukses yang menaklukan dunia" ucap ananda penuh semangat.

"Aminn" ucap caca, diva, dan tasya.

Tiba-tiba saja safina memasang muka sedih lalu menangis.

"lu kenapa?tadi katanya ga sedih" tanya ananda.

"emang ga sedih" jawab safina sambil memasang muka melas.

"terus?" tanya caca.

"KAKI GW DI INJEK LU NANDA" ucap safina dengan nyolot.

"ohhh...sorry" ucap ananda sambil cengengesan.

"aduhh...sakit tau. Liat dulu makanya"ucap safina.

"lu juga sih kaki ke iinjek bukannya bilang malah sok sedih mukanya" elak ananda.

"yaa kan biar keliatan sedih dulu" jawab safina.

"berarti kaki lu nunggu diamputasi dulu baru bilang" ledek ananda.

"amit-amit nanda" ucap safina.

Yg lain pun tertawa.

"emang ada orang kakinya ke injek sampe di amputasi?" tanya diva.

"ada, kayak tetangga gw" jawab ananda.

"serius lu?" tanya safina dengan muka serius.

"iya, tapi dia ke injek nya ama mobil tronton" jawab ananda.

"YEHHH" sorak yang lain.

"sa ae lu kang cilok" ucap safina.

"sa ae lu kang bajigur" balas ananda.

"berisik lu berdua" ucap caca.

"bagen...biar rame" ucap ananda.

"palalu bejedar...bagen-bagen bae" ucap caca.

"see you guys" teriak safina sambil berlari keluar kelas.

"mau kemana lu?" tanya diva.

"mau beli plester buat tangan gw kemarin kena pisau" jawab safina.

"segala pake plester"ucap tasya.

"buat menutupi luka" ucap safina sok bijak.

"bukan menutupi luka kali" ucap ananda.

"Tapi?" tanya yang lain.

"buat menutup mata" ledek ananda.

"HAHAHAHA" ketawa yang lainnya.

"ANANDA!!!!" teriak safina.


MAAF YA BARU UPDATE LAGI...UDAH LAMA BANGET GA UPDATE NIH:')

SEMANGAT BACANYA YA, JANGAN LUPA VOMENT YA GUYS.

The five girls (complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang