Didalam bis, saat di perjalanan Diana memutuskan, menelfon Danar melalui videocall. "Hai Danar, kamu lagi ngapain?
Tanya Diana, saat wajah Danar sudah muncul di layar ponsel.
"Aku baru nyiapin sarapan, baru aja mau sarapan. Jawab Danar sambil meletakkan sepiring sandwich dan segelas susu putih di meja makan. Kamu udah sarapan belum?
"Udah kok tadi di rumah.
"Kamu mau kemana?
"Ke Puncak, acara dari Sekolah. Jelas Diana.
"Di Bus, kamu duduk sama siapa? Tanya Danar.
"Sama Diniya. Ucap Diana sambil menunjukkan wajah Diniya.
"Oh iya Diie, aku mau bilang. Kalau, bulan depan aku pulang ke Indonesia.
"Relally? Ucap Diana bahagia.
"Iya, kenapa kamu gak senang?
"Siapa bilang? Justru aku seneng banget. Ucap Diana girang.
"Ya udah, aku sekarang mau sarapan dulu ya. Pamit Danar.
"Iya ya udah sana sarapan.
Setelah panggilan diputus, Diniya langsung berkata. "Danar mau balik?
"Iya bulan depan.
"Cieee, seneng nih kayaknya. Goda Diniya.
"Ya iyalah, seneng banget. Ucap Diana sambil memeluk Diniya.
***
Saat sampai di Villa, seluruh murid SMA Atmaja langsung turun dari bus. "Anak-anak, kita sekarang pembagian kamar dulu ya. Ucap Bu Wilda.
"Satu Villa, teridi dari 2 kamar, dan satu kamar ada dua orang. Jelas Bu Wilda.
"Sekarang Ibu, akan membagikan kamar. Timpal Bu Solfa.
Diana, Diniya, Rosemeline, dan Ayya. Kalian di Villa Mawar.
Farish, Herman, Tio, dan Elfan di Villa Melati. Lalu, pembagian kamarpun dilanjutkan.
***
"Inilah kamar kita. Ucap Diniya kepada teman-teman nya.
"Din, gua sama Elu ya sekamar nya. Ucap Diana kepada Diniya.
"Okay, and Ayya, dan Rosemeline kalian sekamar ya.
"Iya. Kata Ayya singkat.
"Ya udah kita ke kamar yuk. Ajak Rosemeline.
Saat sampai di kamar, Diana langsung membereskan semua barang, dan meletakkan ke lemari. "Din, keluar yuk. Gua bosan nih, akak Diana.
"Iya ayo, gua juga bosan. Kata Diniya.
***
Diana, dan Diniya duduk di depan Villa mereka dan menikmati udara segar. "Hai Diie. Sapa Farish.
"Hai Rish.
"Kamu ikut aku yuk. Ajak Farish.
"Mau kemana? Tanya Diana.
"Ada deh. Ucap Farish menggantung.
"Udah Diie, Elu ikut aja sama Farish. Gua nggak apa-apa kok.
***
Mereka berjalan cukup jauh, menuju sebuah Danau. Yang berada di sebelah Barat daya Villa. "Rish, masih jauh gak? Tanya Diana.
"Ya lumayan Diie.
"Kamu mau ajak aku kemana? Tanya Diana.
"Ada deh ikut aja, kamu pasti suka. Ucap Farish sambil merangkul Diana.
***
Disisi lain, Tante Rona dan sang suami, terus menatap Puteri mereka yang masih terbaring. "Pak, Ibu gak mau kehilangan Olla seperti kehilangan Nayla. Ucap Ibu sedih.
"Bapak tahu Bu, Ibu harus sabar, Olla pasti sembuh. Ucap Bapak, sambil merangkul Tante Rona.
"Olla, kamu harus sadar Nak. Bapak, akan membawa ke tempat yang dulu sering kita datangi Bersama Ka Nayla. Ucap, Bapak sambil, mengusap lembut kepala Olla.
***
Tak lama kemudian, mereka sampai disebuah, Danau yang airnya berwarna biru. Di tengah danau, terdapat sebuah bunga teratai yang sangat indah. "Bagus banget tempatnya. Ucap Diana kagum.
"Kamu suka? Tanya Farish.
"Suka banget. Ucap Diana kagum.
"Farish, kamu tahu gak? Ternyata kamu benar, kalau hanya dengan kita saling mencintai satu sama lain, tanpa ada ikatan lebih dari sahabat, itu sudah lebih dari cukup. Jelas Diana kepada Farish.
"Iya, aku tahu semoga kebersamaan kita abadi. Ucap Farish menatap Diana.
"Farish, kamu lihat deh. Pemandangan nya bagus untuk foto, kita foto yuk. Ajak Diana.
Farish, hanya menuruti apa yang dikatakan Diana.
***
Malam hari ini, langit tak terlalu gelap, dan tak terlalu terang. Namun, malam ini menampakkan ribuan bintang, seperti biasa. Setelah makan malam, Farish mengajak Diana untuk menikmati kesunyian malam ini.
"Diie.
"Ya.
"Maaf kalau aku lancang.
"Ada apa? Tanya Diana lembut.
"Bulan depan Danar pulang ya? Tanya Farish.
"Iya.
"Selamat ya, Danar pasti bahagia ketemu kamu.
"Iya, makasih ya. And semoga Olla lekas sembuh ya.
"Iya, makasih ya atas semua doa-doa kamu.
"Sama-sama.
"Ya udah ke kamar yuk, tadi Papi nyuruh aku tidur.
"Ya udah ayo, aku antar ke kamar. Kebetulan aku juga udah ngantuk, mau ke Villa.
***
Setelah sampai di Villa milik Diana, Farish langsung pamit. "Diie, aku ke Villa ya. Kamu tidur sana udah malam.
"Iya kamu juga tidur ya. Udah malam.
Setelah Farish pergi, Diana langsung memasuki Villa, iya membersihkan badan, dan mengganti baju. Lalu, ia pergi ke kamar, membaringkan tubuh di kasur Villa yang empuk, tak lupa memakai selimut, dan tak lama ia tertidur pulas. Diniya yang baru tiba dari Teras Villa, memasuki kamar dengan pelan, dan ia pun tertidur pulas.
BERSAMBUNG
KAMU SEDANG MEMBACA
MELEKAT DIJIWA
Teen FictionMengisahkan tentang Diana (16 tahun). Seorang gadis cantik, pintar, dan sederhana. Ia adalah gadis yang selalu ceria, dan memiliki kehidupan yang mendekati sempurna, untuk gadis seuisanya. Adik yang selalu kompak, Ibu yang selalu menyayangi apa ada...
