1 Bulan kemudian.
Tak disangka ada keajaiban, setelah kurang lebih satu bulan koma, Olla kini sudah sadar. Namun, kondisi nya masih sangat lemah, dan belum diperbolehkan pulang. Bahkan, lusa Ia, akan mendapat rujukan untuk menjalani kemoteraphy di Singapura.
"Bu, selama 1 bulan Olla koma. "Apa yang terjadi? Tanya Olla pada sang Ibu.
"Hampir setiap hari, Farish menjenguk kamu. Dia terlihat sangat sedih, dengan keadaan kamu.
"Beneran Bu? Tanya Olla tak percaya.
"Iya, and entah kebetulan atau tidak. Farish cerita sama Ibu, Ayahnya dipindah tugaskan ke Singapura, dan kita akan pindah kesana. Karena, kamu harus menjalani pengobatan disana. Jelas Ibu panjang lebar.
"Serius Bu? Ucap Olla bahagia.
"Iya. Jawab Ibu singkat.
***
Disisi lain, seperti biasa, Diana sedang menghubungi Danar melalui videocall. Nar, kamu jadi liburan di Indonesia? Tanya Diana.
"Jadi donk, aku kan udah kangen sama kamu.
"And kamu tau gak? Aku juga akan melanjutkan Kuliah di Aussie. Jelas Diana bahagia.
"Really?
"Iya, aku mau Kuliah disana.
Danar pun sangat bahagia, menanggapi nya. "Ya udah, aku mau mandi dulu ya, tadi abis dari Rumah Sakit, jenguk Robert. Pamit Danar, sambil membawa handuk.
"Iya, aku juga mau makan malam dulu. Ucap Diana, sambil mematikan videocall.
***
Tak lama setelah itu, Farish mengajak Diana bertemu di Taman.
"Ada apa kamu ngajak ketemuan? Tanya Diie penasaran.
"Aku mau pamit, Ayah dipindah tugaskan ke Singapura. Disana juga, aku akan menemani, Olla kemoterapi aku hanya ingin melihat kamu bahagia, saat aku pergi.
"Rish, aku sebenarnya nya sedih berpisah denganmu, tapi aku sadar. Aku bukan siapa-siapa, aku tak pantas bersedih. Ucap Diana lirih.
"Aku juga sama, aku sangat bersedih. Tapi aku pun sadar, aku bukanlah siapa-siapa. Aku, tak pantas bersedih. Karena, kita berpisah. Ucap Farish lirih, sambil mengusap rambut Diie.
"Ini untuk kamu, ini barang kesayangan aku. Tolong jaga baik-baik, seperti kamu menjaga hatiku. Ucap Diana, sambil memasangkan gelang bertuliskan nama 'Farish', di lengan Farish.
"Dan ini, aku memberikan ini untuk kamu, ambil ini ya. Jaga ini seperti, kamu menjaga hatiku. Ucap Farish sambil memberikan sebuah pita berwarna biru, Farish langsung memasangkan di rambut indah Diana.
"Pesawat aku lusa berangkat jam 9 dari sini. Aku harap kamu, ngantar aku ke Airport aku ingin melihatmu untuk terakhir kali. Ucap Farish, penuh harap.
"Aku pasti menemani.
Lalu Farish, mengantar Diana pulang.
BERSAMBUNG
KAMU SEDANG MEMBACA
MELEKAT DIJIWA
Teen FictionMengisahkan tentang Diana (16 tahun). Seorang gadis cantik, pintar, dan sederhana. Ia adalah gadis yang selalu ceria, dan memiliki kehidupan yang mendekati sempurna, untuk gadis seuisanya. Adik yang selalu kompak, Ibu yang selalu menyayangi apa ada...
