Saat mereka asyik berbincang, terdengar suara dari ponsel milik Farish, ternyata sang Ayah menelfon. "Hallo Yah.
"Oh iya sebentar, aku segera kesana. Ayo Diie, ayah nelfon katanya makanan kita udah ada.
"Iya ayo Rish.
***
Farish pun datang, sambil membawa sebuah kue tart berukuran sedang, yang dihiasi angka 53. "HAPPY BIRTHDAY BUNDA. Semoga panjang umur, sehat selalu, and thank you udah jadi Ibu yang terbaik untuk Farish.
"Thank you my son. Ucap Bunda, sambil memeluk Farish.
"Happy Birthday Tante.
"Terimakasih sayang. Nama kamu siapa? Tanya Tante Shula pada Diana.
"Aku Diana.
"Ohhh Diana, kamu cantik sekali sayang. Kata Tante Shula.
"Makasih Tante, Tante bisa aja hehe. Ucap Diana malu-malu.
"Terimakasih Mas, sudah menyiapkan semua ini. Ucap Tante Shula kepada Om Julio.
"Sama-sama, biar gimanapun kamu adalah Bunda nya Farish. Kita tetap orangtua Farish, walaupun kini kita tak lagi bersatu. Jelas Om Julio.
"Hmmm ya udah sekarang, kita makan dulu yuk. Ajak Tante Shula.
***
Disisi lain, Tante Rona sedang berbincang dengan seorang dokter bertubuh tegap dan berkacamata. "Gimana kondisi Olla sekarang dok? Tanya Tante Rona, kepada dokter Maldini.
"Kondisi Olla belum menunjukan perkembangan yang signifikan, tapi saya dan pihak Rumah Sakit akan terus berusaha memantau kondisi Olla. Jelas Dokter Maldini.
"Saya mohon Dok, lakukan yang terbaik. Saya tidak ingin kehilangan Olla, seperti saya kehilangan Kakaknya Olla. Ucap Tante Rona penuh harap.
"Pasti Bu, saya pasti akan lakukan yang terbaik. Ucap dokter Maldini ramah.
"Permisi dok, kita masih ada visit. Ucap seorang Suster asisten dokter Maldini.
Dokter Maldini pun pamit kepada Tante Rona.
***
Disisi lain, Farish asyik menyantap makannya nya, yang sudah dipesan oleh sang ayah. "Olla, kamu apa kabar? Gimana kondisi kamu saat ini? Gumam Farish dalam hati.
"Farish. Tegur Om Julio.
"FARISH. Tegur Om Julio lebih keras.
"Ayah? Maaf Yah.
"Ada apa Nak? Kok kamu bengong.
"Gapapa kok Yah. Ucap Farish melanjutkan makan.
***
Setelah selesai makan, Diana, dan Dara pamit kepada Om Julio, dan Tante Shula. Begitupun dengan Farish yang disuruh mengantar Diana, dan Dara pulang. "Ya udah Bun, Farish ngantar Diie, sama Dara dulu ya. Pamit Farish sambil mencium tangan Tante Shula.
"Iya, Bunda pamit juga ya. Nanti, kapan-kapan kita ketemu lagi.
"Ayah, aku ngantar Diana, sama Dara dulu ya. Abis itu mau langsung ke Rumah Sakit.
"Iya sayang, gapapa besok kamu kan libur. Ucap Om Julio.
***
Setelah sampai di rumah Diana, Farish langsung pamit. "Gak mampir dulu? Tanya Diana sambil turun dari mobil.
"Nggak, aku masih harus ke Rumah Sakit.
"Udah Ka Farish, mampir aja dulu sebentar. Tawar Dara.
"Nggak usah Ra, Ka Farish masih harus jaga Ka Olla. Ucap Farish pada Dara.
"Ka Olla siapa? Tanya Dara.
"Pacar Ka Farish. Jawab Farish.
"Semoga Ka Olla cepat sembuh ya. Ucap Dara, kepada Farish.
"Iya makasih Ra.
Setelah mengantar dua kakak adik tersebut. Farish, langsung menuju Rumah Sakit tempat Olla dirawat.
BERSAMBUNG
KAMU SEDANG MEMBACA
MELEKAT DIJIWA
Teen FictionMengisahkan tentang Diana (16 tahun). Seorang gadis cantik, pintar, dan sederhana. Ia adalah gadis yang selalu ceria, dan memiliki kehidupan yang mendekati sempurna, untuk gadis seuisanya. Adik yang selalu kompak, Ibu yang selalu menyayangi apa ada...
