"Tak ada yang mengetahui kalau liontin kecil itulah yang nantinya akan mempersatukan mereka."
~*~
Bumi terus berputar. Awan bergerak tertatih-tatih. Matahari dan bulan datang silih berganti.
Waktu terus berjalan. Sudah 3 bulan lebih semenjak kedua orang itu kehilangan, atau menemukan.
[Azmi pov]
"Nak.. Hari ini tepat kau berumur 10 tahun. Sudah besar, ya? ..."
Aku hanya mengangguk, terus memperhatikan ummik.
"... ummik ada sesuatu buat Azmi. Tolong dijaga dan disimpan baik-baik.."
Ummik menyerahkan sebuah liontin kecil. Liontin yang saat ini hilang. Liontin hati itu.
"Tapi kan, Azmi cowo. Memangnya boleh memakai liontin?"
"Ummik tidak menyuruhmu memakainya, nak. Hanya disimpan. Jangan sampai hilang, yaa..."
Aku mengangguk, lagi.
"Janji, ya?"
"Janji!"
~*~
Aku terbangun. Seluruh tubuhku berkeringat. Astaghfirullah, aku mimpi itu lagi. Saat aku berjanji untuk menjaga liontin itu.
Sampai sekarang, aku bertanya-tanya mengapa harus menjaga liontin itu. Tapi aku tak berani menanyakannya pada ummik. Just save and keep.
Sudah 3 bulan aku dihantui rasa bersalah pada ummik. Sampai sekarang, ummik belum tahu kalau liontin itu hilang. Pernah aku mencoba memberitahu, tapi aku tak sanggup.
3 bulan lebih liontinku entah di mana.
~*~
[Ages pov]
Udah 3 bulan lebih gue nyari pemilik liontin ini. Tetep ae ga ketemu. Udahlah ya. Gue capek.
Akhirnya gue putusin buat make liontin itu. Sebenernya semenjak gue temuin, mau langsung gue pake. Tapi gue tahan. Karena apa? Ya karena gue mau nyari pemiliknya. Tapi ga ketemu. Yaudah.
Gue pakein liontin kecil itu ke leher. Ya masa dipake di tangan? Emang gelang?
Oh ya, btw sekarang gue udah jarang nongkrong di mall sama temen-temen badgirl dan badboy. Mau tau kenapa? Jawabannya cuma satu. Ya karena gue sibuk nyari pemilik liontin.
Gue juga udah jarang banget main sama mereka. Gue ga tau harus bersyukur atau malah kesel.
Tiba-tiba gue dapet chat dari Om Sam, adiknya mama.
Om Sam : Ges, ke rumah om sekarang. Om mau ngadain acara syukuran rumah baru om. Dateng yaa.. Ditunggu. Ajak temen-temenmu sekalian.
Sebenernya gue males ke sana. Tapi kesian juga kan kalo gue ga ke sana. Om Sam tuh udah kek papa gue sendiri.
Akhirnya gue otw ke rumah Om Sam. Ngajak Auryn, Zahra, sama Dara. Mereka pasti mau lah ya. Pasti. Meski gue harus ngebujuk ortu mereka karena hari udah sore.

KAMU SEDANG MEMBACA
Assalamualaikum, Akhi
Jugendliteratur"Gue Ages. Gatau kenapa semenjak ikutan shalawatan bareng sahabat gue, gue yang notabene-nya bad girl bisa berubah banget. Gaya hidup dan busana yang berubah drastis, bahkan selera tertarik yakni dengan good boy kayak dia. Dia yang bisa ngebawa gue...