Jam menunjukkan pukul 13:00
seorang gadis menaiki tangga dengan kaos polos dan mengenakan jaket hitamnya serta mengenakan bando biru."kenapa kamu buru buru begitu sayang?" tanya Giovani, bundanya.
"baju kotor" jawabnya sambil terbirit birit
"ga sopan, masuk rumah bukannya salam malah menampakkan wajah jelek,kusem bau asem lagi " ocehnya
"mama"
"udah ah ara mau ganti baju, bajunya kotor"
"kamu itu,sini dulu jelasin ke mama kenapa bisa kotornya?" tanya vani
"mama ga usah banyak tanya ya, ara lagi buru buru ni. soalnya abis ini mau ngerjain tugasnya"
"abis ganti baju langsung ke bawah ya, kamu tadi engga sarapan. owhh iya mama tau, kamu abis makan eskrim lagi ya"
"GA MAU TAU, KAMU GA BOLE MAKAN ESKRIM BANYAK BANYAK" sewot vani, yang djajak bicara malah menebarkan senyumannya, lalu pergi.
------
Jam menunjukkan Pukul 16:00
satu jam telah berlalu untuk ia gunakan mandi, kini ara tengah mengerjakan tugasnya."sial, tintanya abis" Gumam Ara kemudian mengambil jaket.
Ara berjalan lumayan jauh untuk pergi membeli pulpen dan tip-x yang ikutan abis.
Melewati jalan sepi, kuburan yang cukup mistis membuat ara mengurungi niatnya.
"allahu, balik aja kali ya" batin ara lalu membalikan badan
"MAMAAAA" teriak ara sambil menutupi wajahnya
"lu kenapa?" tanya seseorang
"buka mata lu, lu ga liat apa gw manusia tepatnya rang ganteng." ketusnya lalu ara perlahan lahan membuka nya
"ya allah dia yang tadi pagi ga sengaja aku tabrak" batinnya "semoga dia ga inget" tambahnya.
"eh, tunggu" vano mengingat kembali disisi lain
"ya allah tolong jangan sampe dia inget" batin ara.
"owh iya lu yang pagi numpahin eskrim ke baju gw kan?" tanyanya dengan misterius
"iya" jawabnya
"gela, napa gw ketemu lagi" ketusnya
"owh"
"bodo"
setelah pertengakaran itu, ara memutuskan balik ke rumahnya. ketika langkah kedua, Tangannya di ambil alih oleh vano.
"masih terang gini, lu takut"
"mau kemana?"
"mau ke toko"
"ya udah gw anter buruan"
"ya udah ayo"
"ga naik motor gitu? atau sepeda?"
"ga" ketusnya
"owh"
"btw, sepedanya rusak"
"owh"
" cuma owh? ga nanyain lagi gitu? kenapa bisa rusaknya?" ketus vano
"kenapa bisa rusaknya?"
"ga modal lu pertanyaan aja masih copy dari gw"
"bodo" ara meninggalkan vano, kini cowo yang berpakain hanya kaos hitam serta celana lepis berwarna hitam juga mengintilnya dari belakang.
Tak butuh lama, toko yang ingin ara kunjungi sudah mulai terlihat.

KAMU SEDANG MEMBACA
DEVANO [REVISI]
HumorGeorgius Danieelo Devano Danendra Sesuai namanya, ganteng, percaya diri, berkharismatik, cerewet, sopan, dan juga pintar. Namun sifat positifnya tidak berlaku untuk gadis berzodiak capricorn. Brandalan sekaligus kasar, julukan yang ia terima dari g...