Suara jam weker berbunyi nyaring membuat seseorang yang masih terbungkus dua selimut ditengah kasur itu menggeliat. Tak lama kepala menyembul keluar. Seorang gadis yang matanya masih terpejam satu itu malas Untuk mematikan jam wekernya.
"Hooooo hoo aaaammm "
Egh egh
"Anjir masih pagi dah cegukan" batin Ara
Dengan mata yang masih setengah terpejam ia menyibak selimutnya,ia bangkit dari kasur berantakannya lalu segera beranjak menuju toilet.
Klek
Ara malas untuk mencuci muka bahkan mandi pun ia belum siap. Keadannya pun masih bersender di bilik pintu berwarna coklat klasik.
Diliatnya ia seperti masih kelelahan, entahlah apa yang ia pikirkan sulit untuk dimengerti.
Lima menit ia menyender dibilik pintu sambil menutup mata,ia tertidur.
Gak lama ia mulai menggerakan tubuhnya ke bawah dan ternyata ia membenarkan posisinya untuk tidur. Kalo kalian tau, ara saat ini tertidur di toilet dengan posisi jongkok di bilik pintu.
Tujuh menit ia habiskan Untuk tidur di toilet, satu menit kemudian ia terbangun malas karena mendengar suara jam wekernya itu yang kedua kali.
"Apaan sih anjir, baru juga lima menit gue tidur. Posesive banget punya jam"gerutuk Ara sambil berdiri dan melotot di hadapan kaca.
"Nih nih gue bangunnn" ucapnya sambil melototkan matanya.
Setelah ngomong begitu ara justru melayukan matanya lagi. Lalu kembali melotot dan menepuk-nepuk pipi nya
......
Kurang lebih 30 menit ia habiskan di toilet.
15 menit ia habiskan untuk tidur di toilet dan sisanya ia habiskan untuk mandi."Maaa, Ara mau makannnnn" rengeknya manja pada mama.
Mamanya yang tengah sibuk membuat racikan untuk sop ayam.
Mamanya mendengar ocehan sang putri itu,tapi ia abaikan.
"Ih malesin banget sih. Mamaaaaa" teriaknya.
"Apasih masih pagi juga ribut aja" ucap sang mama yang masih sibuk mondar-mandir mencari bumbu ayam.
"Ih mana sih bumbu nya" kesal mama sambil membuka laci khusus bumbu-bumbu masakan. Tapi yang ia cari tidak ada terpaksa ia menyuruh sang putri untuk membelinya di supermarket terdekat.
"Araaaaa, sinii" teriak mama yang berada di dapur sedangkan ara sedang asik menonton kartun di ruang tengah.
"Tau ah" ucap ara pelan
"Tuman ya kamu, mama panggil kamu diam aja" kesal mama sambil mengangkat spatula ke atas dan nyaris memukul pelan ke batok kepala milik ara dari belakang.
"Aduhhh sakit sih ma" ringis ara sambil membalikan badannya
Mamanya berjalan menghadap ke putrinya itu sambil merenggang tangannya di pinggang
"Beliin bumbu ayam nak, mama lagi masak. Kamu katanya laper, buruan beli bumbunya." Ucap mama
Ara lagi dan lagi asik menonton kartun. (Anak durhaka ni:v)
"Ara astagfirullah"
"Apa ma?" Tanya nya sambil melirik tajam ke mamanya
"Mama pukul kamu"
"Iya iya, beli apaa?"
"Beli bumbu ayam"
"Mana catatannya?"

KAMU SEDANG MEMBACA
DEVANO [REVISI]
HumorGeorgius Danieelo Devano Danendra Sesuai namanya, ganteng, percaya diri, berkharismatik, cerewet, sopan, dan juga pintar. Namun sifat positifnya tidak berlaku untuk gadis berzodiak capricorn. Brandalan sekaligus kasar, julukan yang ia terima dari g...