Semenjak kejadian malam itu, tidak ada percakapan lagi antara Bella dan Gio. Hari telah berganti dan sampai sekarang masih tidak ada yang mau membuka suara.
Hening. Tidak ada yang memulai pembicaraan saat berpapasan di sekolah, di meja makan.
Bahkan keduanya tidur saling membelakangi.
Bella berjalan di koridor sekolahnya, seperti biasa dia selalu disapa oleh teman-temannya. Bisa dikategorikan Bella adalah sosok cewek yang benar-benar ideal untuk dijadikan pacar. Cantik, pintar, sopan, rajin, berprestasi, ceria dan ramah kepada siapapun. Sifatnya membuat semua orang ingin berteman dekat dengannya.
Bella membalas sapaan itu dengan senyum hangat.
"Bella!"
Bella menoleh saat ada yang memanggilnya,
"Kenapa ta?"
Zeta membenarkan bajunya yang sempat kusut gara-gara berlarian.
"G-Gue minta maaf ya sama lo. Gue gak tahu kalau G-Gio itu sebenernya hmm suami lo" Zeta menatap Bella sedikit tak enak akan kejadian di club malam itu.
Bella mengangguk enteng, "Santai. Ke kelas gih udah mau bel!"
"Lo gak nitip salam buat Gio gitu?" tanya Zeta yang membuat Bella cengo.
Bella mendadak gugup, "Hmm enggak deh"
Zeta tertawa. "Latihan jadi ya?"
Bella hampir lupa kalau Zeta sekarang sudah menjadi salah satu anggota ekskul cheerleader.
"Jadi kok. Udah dapet kan bajunya dari Vio?"
Zeta mengangguk, "Yaudah gue duluan ya! Bye Bella!"
Bella melambaikan tangannya, lalu bergegas cepat menuju kelasnya. Untung saja kelasnya jamkos. Banyak temannya yang sedang gosip, makan, tidur , apalagi pacaran.
"Eh Bel!"
"Kenapa Van?"
Vanya menyodorkan ponsel yang sedari tadi digenggamnya itu, "Ini loh. Gue denger dari anak cheers kalau ada yang lagi deketin Gio."
"Masa sih Van?" Bella terkekeh pelan, karena menurutnya hubungan ia dan Gio yang digosipkan berpacaran itu sudah tersebar luas walaupun ia dan Gio tidak pernah mengakuinya.
"Lo kudu mesti hati-hati Bel! sekarang makin banyak pelakor" gerutu Vanya.
"Emang siapa sih yang lagi deketin Gio?" Bella yang akhirnya pun menjadi kepo.
"Itu loh! Anak kelas sebelah yang super duper pendiem"
Bella mengernyitkan alisnya, "Si nerd yang suka di bully kak Andira?"
Vanya menggeleng cepat, "Si vokalis sekolah Bel! yang dulunya naksir berat sama Kalvin. Temen laki lo"
"Yakin lo dia lagi deketin Gio? Yang bener lo!" Seingat Bella, Aluna itu orangnya misterius dan tidak bisa ditebak. Apalagi sifatnya yang pendiam, kutu buku dan seperti orang ansos. Tapi ia selalu mengisi acara sekolah dengan bakatnya yang luar biasa dalam bernyanyi. Ia selalu bertegur sapa dengan Aluna namun ia tidak mengetahui jika Aluna sedang berusaha mendekati Gio.
Saat bel istirahat berbunyi murid-murid langsung berhamburan ke kantin dan ada juga yang ke taman belakang. Berbeda dengan Bella dan Vanya. Bella dan Vanya melangkahkan kaki mereka ke lapangan basket untuk melihat cogan-cogan bermain.
"Eh Bel! noh laki lo disamperin cewek kutu!"
Vanya menyenggol pelan lengan Bella yang sedang asik menempel dengan ponselnya itu.
"Yaudah sih. Biarin dah"
Bella memang cuek namun hatinya tidak pernah bisa cuek. Ia sedikit-sedikit mencuri pandangan kearah dua orang yang sedang duduk bersama dipinggir lapangan.
"Eh kalian juga disini!"
Vanya menatap Bella tak suka seolah memberi penjelasan bahwa mereka dan Zeta tidak boleh bergabung.
"Duduk Ta!"
"Kita bisa berteman kan?"
Bella mengangguk menatap Vanya yang sedang diam. Bella menyenggol kaki Vanya dan sontak Vanya mengangguk.
"Ya!"
"Lo tahu kalau Gio lagi dideketin sama Aluna?"
Bella mengangguk samar,
"Lo gak takut dia berpaling dari lo?"
Bella menggeleng pelan. "Bagi gue. Semua sudah diatur, ada jalannya masing-masing. Selagi kita berusaha menjadi baik, tuhan pasti menyiapkan rencana dan takdir yang baik untuk kita. Kita baik dan tuhan kasih pasangan hidup yang baik juga"
"Wih! Lo udah kayak Bella teguh!"seru Vanya sambil menepuk tangannya.
Bella terkekeh, "Gue bener kan?"
"Yayaya" jawab Vanya dan Zeta bersamaan.
---
Hari sudah malam namun Gio belum pulang juga. Rencananya malam ini, Bella mau mengajak dinner suaminya itu. Ia ingin berbaikan karena setelah seminggu tidak kunjung bertegur sapa ataupun berbicara.
Bella sudah menyiapkan makan malam yang banyak dan sekarang ia sedang menata penampilan serta rambutnya itu.
"Pas deh!"
Merasa telah cocok dan nyaman. Bella turun dan memutuskan untuk menunggu di sofa seperti biasanya.
Dua jam
Tiga jam
Empat jam
Gio belum datang juga. Bella ingin menangis tapi ia benar-benar khawatir dengan kondisi Gio yang sampai sekarang belum pulang dari sekolah tadi.
Pukul 23.15
Tok tok tok
Ketukan pintu membuat Bella tersentak dan langsung terbangun dari tidurnya. Ia bangkit dari sofa dengan masih menggunakan dress selututnya dan membuka pintu.
Ia membuka pintu. Pemandangan yang menyakitkan baginya,
Gio, suaminya pulang, membawa seorang perempuan dan yang paling menyakitkan adalah tangan Gio yang melingkar di pinggang ramping milik Aluna.
"Lo bawa ke dalam!"
Ucapan Gio yang membuyarkan lamunan Bella.
Bella membantu membopong tubuh mungil Aluna ke kamar tamu. Setelah itu Bella menarik tangan Gio menuju kamar mereka yang ada dilantai dua itu.
"Apaan lo!"
"Kamu yang apa-apaan!" teriak Bella.
Gio memicingkan matanya, "Lo cemburu heh?"
"Kamu pikir istri mana yang gak cemburu liat suaminya pulang malam dan bawa perempuan lain ke rumahnya? ada? hah?"Bella meneteskan air mata yang daritadi ia tahan.
"Malam itu lo harusnya mikir dan gak berharap banyak, karena gue gak bakalan bisa jatuh cinta sama lo Bella."
Tes
Rasanya perih, sakit, kecewa, marah, ingin sekali Bella menjauh dan tidak memperdulikan lagi Gio tetapi sulit untuk melakukan semua itu.
"Kamu gak butuh aku?"
Gio mendekat, Bella memejamkan matanya. "Lo adalah istri gue. Orang yang beruntung dan tiba-tiba masuk ke kehidupan gue"
"Lo gak usah berharap banyak."
Selalu perkataan menyakitkan yang Bella dapatkan dari Gio.
Apa mungkin sampai disini kisah cintanya? dan pernikahannya?
"Kalau kamu gak butuh aku. Aku pergi"
Gio menatap Bella terkejut namun dengan cepat ia menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Bella keluar dari kamar dan mengambil tasnya dan kunci mobil. Ia akan pergi dari rumah ini. Rumahnya. Rumah mereka. Bella dan Gio.
'Mungkin ini yang terbaik buat kita'batinnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUNG MARRIAGE
Storie d'amoreCerita Bella dan Gio sepasang most wanted sekolah yang terpaksa menerima perjodohan yang diajukan kedua orang tuanya. Gio yang dingin dan semena-mena, namun sebaliknya Bella yang menghargai dan menghormati Gio yang berstatus sebagai suaminya. ‼️HIGH...
