Nandinia

77 21 0
                                        

" sakitttttttttt " teriakan itu terdengar di tangga dekat dapur kostan ku, awalnya ku kira ada penghuni kost lain yang tersandung di tangga, saat aku berusaha melihat situasi dan kondisi di luar kamar kost ku, rupanya aku tak menemukan siapa pun disana. Hati ku mulai ragu perasaan takut mulai menyelimuti diri ku, aku bergegas kembali ke kamar ku.

Seketika perasaan ku menjadi tak tenang, tak lama kemudian aku merasa ada seseorang yang diam di belakang ku, sedang aku tau betul aku sedang sendiri di kamar kost ku. Perasaan takut malah semakin menganggu ku, akhirnya ku putuskan untuk tidur agar rasa takut itu hilang.

Belum lama ku pejamkan mataku, terdengerah samar-samar suara isak tangis dan raungan rasa sakit yang ku dengar makin jelas.

" sakittttttt,,,, sakittttttttt,,,, tolong saya "

Berulang kali kucoba hiraukan suara itu, namun bukan semakin hilang suara itu makin mengganggu hingga akhirnya ku beranikan diri untuk berkomunikasi dan dari sana aku mulai mengetahui rupanya gadis itu bernama nandinia, ia merupakan salah satu korban kecelakan di jalan raya dekat arah kostan ku, setengah dari wajah nandinia hancur seperti terseret aspal, darah bercucur dari wajah nya sangat jelas, mata memerah menahan amarah.

Dia memang sudah lama mengikutiku, tapi entah apa yang membuat nya terus meraung akan rasa sakit yang juga jadi mengganggu ku.

Ada urusan nia yang belum selesai di dunia ini, ia berusaha meminta ku untuk terus membantu nya, sedang aku pun tak mengerti tentang apa yang harus ku lakukan.

Karna gangguan dari nandinia membuat ku menjadi sangat kacau akhirnya ku putuskan untuk bertanya pada ustadz, beliau memaparkan mengapa nia terus mengikuti ku, sebab nia menyukai ku, ia merasa bahwa wajah kami sama. Bahkan dia berusaha untuk mengajak ku ke alam nya, tujuannya agar dia tak merasa kesepian.

Dan ada sesuatu yang ku putuskan saat mengetahui khal tersebut, aku mencoba berkomunikasi dengan nandinia melalui batin ku.

" hai nia, ini aku icha, aku tak tau kenapa kamu terus mengikuti ku, dan terus menerus menangia seperti itu, aku mohon nia, urusan ku di dunia masih banyak yang belum ku selesaikan, dan jujur saja aku tak bisa membantu mu lebih selain doa ku untuk mu, aku mohon pada mu jangan mengangguku, aku tak bisa hidup dengan mu, urusan ku di sini masih banyak dan biar cukup kamu tahu bahwa aku selalu mendoakan mu "

Semenjak komunikasi yang ku lakukan pada nia, aku tak lagi mendengar serta melihat wujud nia di kamar kost ku, entah kemana perginya dia, yang pasti aku sedikit lega.

Namun nandinia bukanlah satu-satu nya makhluk yang ini aku ikut pergi bersama mereka, namun justru pintu itu terbuka dengan sendiri nya untuk nandinia yang lainnya.

Mereka Yang Tak TerlihatCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang