Karlina

87 19 0
                                        

Karlina begitulah orang-orang menyapa ku, aku tumbuh dan besar di Kota Bandung, orang tua ku berkerja untuk mereka, jika mereka menolak maka mereka akan tiada.

Kehidupan kami berjalan dengan keterpaksaan, ingin ku membrontak namun tak bisa, ku hanya gadis desa yang tidak berpendidikan, aku ku lawan dengan apa mereka semua, sebelum ku lawan mereka mungkin aku yang akan terbunuh karna nya.

Beberapa tahun berlalu saat itu kulihat mereka semua pergi meninggalkan tahan air ini, ku pikir ini sudah saat nya kami bangkit, rupanya ada negara lain yang membantu kami terbebas dari jajahan bangsa Netherland selama ini, namun ternyata pikir ku salah, Nipong lebih jahat dan kejam melebihi tentara Walanda, tentara Walanda bahkan tak pernah memperlakukan anak gadis seperti ini, mereka hanya menguras tenaga kami untuk membangun tempat jajahan mereka.

Saat itu Nipong datang dan menghancurkan semuanya, membunuh dan membantai semua nya, tak sedikit dari orang-orang bangsa Netherland dan Pribumi yang mati karna nya, Jepang membunuh dengan cara yang kejih, mereka menggunakan samurai untuk menebas leher dan membakar manusia hidup-hidup.

Saat itu ibu dan ayah berusaha pergi untuk menyelamatkan keluarga kecil kami, berkali-kali aku dan keluarga ku harus pergi mencari tempat lain untuk bersembunyi dari serangan Nipong, hingga tiba hari Nipong datang ke rumah ku, kami semua tak bisa berkutik mereka bersenjata, aku menyaksikan sendiri ayah terbunuh tepat di depan mata kepala ku sendiri, kemudian mereka menarik ku dan ibu secara paksa untuk ikut dengan nya, kulihat warga di sana pun begitu jika melawan mereka akan mati di tempat.

Hidup ku hancur, setelah sampai markas mereka, sejak itu aku dan ibu ku terpisah, aku bahkan tak tau kondisi ibu bagaimana setelah tak bersama ku, aku di bawa ke satu ruangan mereka bilang aku akan selamat jika aku patuh, kulihat ada banyak wanita disana mereka berpakaian seperti Geisha semua wanita yang ada disini bertugas menenuhi nafsu bejat dari para serdadu Nipong, jika melawan mereka akan di siksa.

Tiba lah aku di satu ruangan kecil dengan banyak baju jepang di dalam nya, mereka memaksaku menggunkan nya, mereka bilang patuh atau ibu ku akan mati, aku menurutin semua keinginan mereka asal ibu ku selamat, waktu terus berlalu tuduh ku semakin berantakan setiap hari mereka menyetubuhi ku secara bergantian, aku tak lagi bisa melakukan nya, badan ku terasa sakit, aku ingin pergi dari tempat terkutuk ini, aku ingin berlari ke arah ibu dan membawa nya pergi bersama ku, pikir ku mulai meracau tak karuan, setelah itu ku lihat seseorang menghampiriku, mereka tak memberi ku sedikit pun kesempatan untuk beristirahat, saat itu aku sudah benar-benar menyerah aku tak lagi mau mematuhi keinginan mereka.

Upaya ku untuk melakukan perlawanan rupanya menimbulkan masalah baru, mereka marah kemudian menyiksa ku, tubuh ku di pukul dan di tendang, muka ku di gampar dan di seret, samar-samar ku lihat luka di tubuh ku ada pun bercak darah yang menempel di tembok karna mereka menyeret muka ku ke tembok sekuat tenaga.

Pandangan ku mulai buyar dan menggelap, aku tak mengerti apa yang terjadi, hingga ku sadari aku telah mati, tentara itu menyiksa ku tanpa henti, muka ku hancur sebelah, lengan dan kaki ku penuh darah tubuh ku tersisa kulit dan tulang, selama disana aku di siksa habis-habisan, dan fakta yang lebih menyakitkan sesamainya disana ibu ku telah terlebih dahulu di bunuh serdadu Nipong.

Mereka Yang Tak TerlihatCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang