WARNING : COLAB WITH CH
Satu, dua, tiga, empat, ...
Luke terus menghitung dalam hati. Dia terus mengabaikan sosok iblis yang menyerupai wanita cantik di kursi sebelah. Ironisnya, wanita itu sama sekali tidak menyadari jika penampilannya memberikan cobaan besar bagi Luke.
Luke benar-benar membatin tidak karuan. Apakah selalu seperti itu, Chizuru memakai setelan kamisol dengan bahan satin sebagai pakaian tidur? Tanpa bra yang mempertontonkan puting mungil yang seolah mengejek Luke dari posisinya duduk. Belum lagi, kulit seputih susu yang begitu sehat dan halus, sepasang kaki jenjang, dan tengkuk yang terlihat sempurna saat Chizuru mengikat rambut panjangnya dalam satu ikatan yang sederhana.
Makan malam yang dilakukan, membuat Luke menelan dengan susah payah. Pikirannya sudah melalangbuana dengan niat kotor yang sudah tidak pada tempatnya.
Luke kembali menghembuskan napas berat, meneguk air banyak-banyak, lalu mengusap wajahnya dengan keras. Dia berusaha mengendalikan pikiran kotor dan ketegangan yang ada di bawah sana. Sialan! Kembali dia mengumpat dalam hati.
"Luke, apa kau baik-baik saja?" tanya Chizuru dengan nada cemas.
Tidak, aku tidak baik-baik saja, jawab Luke dalam hati. Dia seperti ingin mati saja saat ini. Entah kemana suaranya sekarang, karena tenggorokan mendadak sakit dan degup jantung yang bergemuruh kencang.
"Luke?" tanya Chizuru lagi, kali ini diiringi dengan sentuhan lembut di lengan.
Luke menahan napas merasakan sensasi yang kian menyesakkan dada. Hawa panas merayap ke sekujur tubuh, dengan harapan Chizuru tidak merasakan getaran yang terjadi sekarang.
"K-Kau menggigil? Apa kau sakit?" pekik Chizuru kaget.
Sudah terlambat untuk mengelak, karena Chizuru sudah beranjak dari kursi untuk menangkup wajah dengan kedua tangan. Mau tidak mau, Luke dan Chizuru saling bertatapan.
Dia bisa melihat Chizuru yang menatapnya dengan seksama, sorot mata cemas mendelik tajam seolah menilai, dan degup jantung Luke berpacu lebih kencang dari sebelumnya.
Chizuru yang membungkuk untuk menyamakan posisi kepala, dan kedua tangan yang menangkup wajah, memberikan akses bagi Luke untuk mengintip pada belahan payudara Chizuru yang terlihat sedikit dari posisinya.
Luke membayangkan bagaimana rasanya menyentuh payudara Chizuru yang sempurna dan menjilat puting mungilnya. Shit! Shit! Shit! Umpat Luke bertubi-tubi.
"Kenapa kau diam saja? Kau sudah terlalu lelah, istirahatlah," ujarnya lagi.
Luke menggeleng sebagai jawaban.
"Jangan keras kepala. Kau sudah membuatku cemas karena bersikap tidak biasa. Ada apa denganmu, Luke? Apa yang sakit? Katakan apa yang kau inginkan agar dirimu menjadi lebih baik? Aku akan mengusahakannya untukmu," tukas Chizuru dengan ekspresi yang semakin cemas.
Luke masih bergeming sambil membalas tatapan Chizuru. Dia meraih satu tangan Chizuru dari wajahnya, lalu menggenggam dan meremasnya erat.
"Aku membutuhkanmu," jawab Luke akhirnya.
"Kau membutuhkanku? Apa kau perlu sesuatu?"
Luke mengangguk tanpa ragu.
"Aku menginginkan sebuah kasih sayang. Darimu," ucap Luke dengan suara tercekat.
Chizuru mendesah lega dan tersenyum lebar setelahnya. Luke yakin jika wanita itu salah paham dengan apa yang diucapkannya barusan. Sebab, wanita itu menegakkan tubuh, maju selangkah untuk mendekat, dan... fuck! Luke merasakan kepalanya seolah ingin pecah karena sepasang payudara Chizuru yang terasa lembut menjadi sandaran kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lover (COMPLETED)
Roman d'amourThe Bodyguard Series #3 : Luke Wilson Oedipus Complex. Demikian sebutan orang tentang pria yang menyukai wanitanya yang lebih tua. Hal itu disebabkan karena katanya pria itu memiliki kedekatan yang amat kuat terhadap ibunya. Bagi Luke? Jangankan...
