part 13

38 3 1
                                        

Beberapa menit di perjalanan menuju sekolah tiba tiba kak adi memberhentikan sepeda motornya di depan halete yg tak jauh dari sekolah.

"kenapa kita berhenti?."
tanya gue keheranan.

"lo turun lah."sabung kak Adi.

"apa?."pinta gue tegas.

"lo sendiri kan yang bilang, kalo gak mau semua temen sekolah tau kalo kita dah nikah."ketus kak adi

"ehh... Iya."pinta gue.

"ya udah lo ke sekolahnya jalan kaki."kata kak Adi

Belum sempat gue menjawab perkataan kak adi namun kak adi terlah pergi meninggalkan gue begitu saja di depan halte.

"Re"suara dadi belakang yang sepertinya gue kenal.

Tanpa berfikir panjang gue menengok ke arah suara tersebut.

"novan."jawab gue terkejut.

"iya, eh lo kok cuma jalan kaki sih?"tanya Novan keheranan.

"yah itu semua gara gara kak ad...."

sambung gue tiba tiba teringat dengan perjanjian itu.

"ad.. Siapa re?."ketus Novan.

"maksud gue adik gue."sambung gue dengan gugup.

"owww, gue kirain siapa."jawab Novan satai.

"ya udah lo berangkat bareng
gue aja."
pinta Novan.

"gak usah, gue takut kalo ngrepotin."sambung gue.

"Re, tapikan ini udah jam berapa,entar kalo lo telat gimana?."ketus Novan

"gak usah Van."jawab gue.

"entar kalo lo telat gimana?"sabung Novan dengan memegai tangan gue.

"ya udah."sabung gue singkat.

Di sekolah

Di saat gue melewati kolidor sekolah, tiba tiba para siswa berlarian,menujugedung sekolah entah apa yg sedang terjadi gue tidak tau, gue mencoba menanyakan kepada beberapa siswa.

"eh emangnya ada apa?."tanya gue kepada beberapa siswa yg sempat gue minta untuk berhenti.

"itu kayaknya ada yang berkelahi."jawab siswa tersebut.

Tiba tiba ingatan gue teringat kepada kak adi, tanpa gue berfikir panjang gue mengikuti rombongan para siswa itu, untuk melihat siapa yang berkelahi di gedung belakang sekolah.

"kak Adi. "pinta gue terkejut
Melihat kak adi yang sedang berkelahi dengan Novan, gue gak nyangka kalo Novan ternyata se-jahat itu.

"sudah."ketus gue untuk memisahkan mereka berdua.

Gue langsung bergegas membawa kak Adi ke UKS untuk mengobati lukanya.

"kak bentar ya gue ambilin obat dulu."pinta gue

"awwwww."ringis kak Adi.

"tahan ya kak."pinta gue.

"sudah sudah."ketus kak Adi yg telah kesakitan akibat lukanya.

"kak kok bisa sih?, lo berantem sama Novan?."tanya gue heran.

"salah sendri dia gagalin rencana Anak kelas 12."jelas kak Adi.

"rencana apa kak?."tanya gue.

"rencana nantagin adak kels 10 buat batel futsal."ketus kak Adi.

"cuma masalah kayak begitu."
pinta gue tertawa kecil.

"iya."sabung kak adi singkat.

"astaga kak Adi tu, udah kayak anak kecil aja."kata gue dengan tertawa terbahak bahak.

"ada yang lucu?."sambung kak adi.

"ada."jawab gue singkat

"apa."pinta kak Adi.

"rahasia."jawab gue dengan tertawa kecil.

Beberapa waku berlalu begitu saja dan sepertinya bel tanda masuk kelas sudah berbunyi dari tadi .

"kak gue masuk kelas dulu ya."
pinta gue pelan.

"iya." jawab kak adi santai

Suasana keramean ala kelas IPA2 sudah mulai terdengar di samping kelas.

"dari mana aja lo"tiba tiba terdengar suara yg sepertinya gue kenal

Gue merasa bahwa nama gue di panggil gue terus menengok ke arah suara tesebut.

"Novan."pinta gue terkaget dengan siapa yg ada di belakang  gue

"dari mana aja lo?."ketus Novan.

"UKS."sabung gue.

"kok ke UKS sih?, emang siapa yg sakit?." ucapan Novan keheranan.

"kak Adi."jawab gue jelas

"la kenapa lo yang repot?. "kata Novan dengan melototi gue

"ya karena kak adi itu su... "tiba tiba omangan gue kepotong karena kak Adi yang tiba tiba membekam mulut gue.

"udah mending lo masuk kelas daa. " pinta kak Adi dengan mendorong tubuh gue untuk masauk ke kelas.

"eh tapi, kalian jangan berantem lagi" pinta gue

"iya."jawab mereka kompak.

Tak perlu berfikir panjang gue langsung saja masuk  kelas yang gue lihat bahwa Nathania dan Della sedang asyik ngobrol di bawah meja.

"woi pada gosipin siapa sih?"teriak gue.

"bacot lo Re gue kirain siapa."sambung Della.

"kita lagi gosipin Erlina."pinta Nathania jelas.

"emang dia kenapa?."tanya gue heran.

"lo belum denger?."tanya Della.

"belum."jawab gue singkat

"em... Ternyata kak Adi itu mantan pacarnya Erlina"jelas Nathania.

"la terus apa hubungannya gue sama kak Adi?."ucap gue cuek.

"la kan kak adi itu suami lo jadi lo berhak tau." jelas Della.

"eh tapi tadi Erlina kels IPS2 itu bukan sih?." tanya gue.

"iya, yang sok cantik itu."sela mereka.

"kalo gue sih biar kak Adi aja yg jujur sama gue tentang masalalunya."   pinta gue santai.

Beberapa jam pelajaran telah berlalu dan bel tanda pulang sekolah telah berbunyi 5 menit yang lalu, sedangkan gue masih asyik asyikan duduk di kantin dengan ke-dua sahabat sahabat gue.

"Re kok belum pulang?"suara sesorang dari belakang.

"iya."jawab gue, yg sudah mengetahui pemilik suara tersebut.

"pulang bareng yok."ajak Nova.

Gue berfikir sejenak

"daripada gue pulangnya jalan kaki mendi gue bareng Novan aja ya."gumam gue.

"iya, tapi langsung pulang aja."ucap gue langsung mengangkat tas yang dari tadi gue taroh di bawah meja kantin.

Di jalan gue dan Novan menghabiskan waktu dengan bercanda, dan menikmati pemandangan di jalan, meskipun hanya sebentar  tapi gue sangat senang hingga jalan yang gue lalui dengan Novan telah habis karena tepat kami berdua berhenti di bepan rumah gue.

"re lu sekarang tinggal di sini?."tanya novan.

"iya gue tinggal bareng tante gue, soalnya anak nya baru kuliah di luar negri."penjelas gue.

"oww, ya udah gue pulang dulu ya."ucap Novan.

"iya  hati hati."jawab gue singakat.

Semakin lama semakin tak terlihat dan gue putuskan untuk masuk ke rumah.




TBC
Maafpin gue ya upp nya lama soalnya lagi banyak tugas nih😂
Gue janji bakalan serin upp dah😆

#jangan lupa vote & komen ya:v


AuroraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang