Percakapan Domba dan Kambing

386 50 7
                                        


Kambing: (Bernyanyi) "Malam ini malam.. terakhir bagi kita.."

Domba: "Berisik lu!"

Kambing: "Biarin wlee, daripada situ, mau disembelih malah stres."

Domba: "Ya wajar dong! Besok tuh kita bakal dipenggal, kita bakal mati! Wajar dong kalau stres!"

Kambing: "Astagfirullah, Domba."

Domba: "Why?"

Kambing: "Harusnya kamu tuh bersyukur. Betapa mulianya para hewan yang disembelih di hari raya kurban. Insyaf lah, Dom." (sambil mengelus-elus jenggotnya yang lebat).

Domba: "Ah! Pikiran lu udah terdoktrin oleh manusia!"

Kambing: "Terdoktrin gimana, wahai saudaraku?" (masih mengelus jenggot).

Domba: "Lha iya! Manusia sih enak, kita yang disembelih, mereka yang dapet pahala!"

Kambing: "Lho, kita kan bakal masuk surga. Iya kan?"

Domba : "Iya, semua binatang juga bakal masuk surga, terus kenapa cuma kita yang mesti disembelih? Kenapa gajah, harimau, sama monyet nggak disembelih? Malah enak baget tuh babi sama anjing, bisa hidup tenang tanpa takut dijadiin sate."

Kambing: "Masa Allah, kamu tuh belum bisa menerima kodrat, Dom. Tuhan Maha adil, pengorbanan kita pasti ada artinya. Lagipula kita sudah diberikan hidup oleh-Nya, maka kenapa kita harus takut mengembalikan hidup ini pada yang memilikinya?"

Domba: "Gini deh, Mbing. Seandainya ya, seandainya kambing jadi manusia, dan manusia jadi kambing, kira-kira para manusia bakal ikhlas nggak kalau kita sembelih?"

Kambing: "Hmmm.. (berpikir sejenak, masih mengelus jenggot). Tapi kita kan vegetarian, Dom. Buat apa sembelih manusia?"

Domba: "Dasar lu Nisa Samyang , males gw ngomong sama lu dasar kambing."

Funny StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang