Setiap melihat postingan teman-teman sedang pendakian, saat itu juga niat baik ku untuk menahan diri mulai terusik. Namun aku tetap sekuat tenaga bersabar.
Karena aku juga punya mimpi, ketika kelak aku sudah berhasil menghalalkannya, aku akan bawa ia ke puncak. Aku akan membawa dia dalam perjalanan baruku. Aku akan memberi tahukan padanya seperti apa alam Indonesia itu sebenarnya.
Keindahan yang tak pernah ia lihat, tempat yang tak pernah ia kunjungi sebelumnya.
Tentang indahnya kabut-kabut pagi. Dinginnya suhu udara di puncak gunung. Juga sempurnanya matahari terbit yang terlihat dari balik dedaunan.
Aku sangat senang melihat senja, aku juga senang melihat ia tersenyum. Mungkin hidupku akan terasa jauh lebih sempurna ketika aku bisa menghabiskan waktu senjaku bersamanya. Dia duduk di sampingku. Dia melihat langit yang memerah di ujung cakrawala, sedang aku melihat senja yang tenggelam dari kedua bola matanya.
Sunggu keindahan abadi yang tak akan pernah habis untuk di tulis.
Ya meskipun kami berbeda kota, tapi kita terasa begitu dekat. Kita hanyalah berjarak, namun bukan terpisah. Terlampau Jauh namun bukan berarti melupa, senyap namun bukan berarti tak mendo'a.
Meskipun telah lama kita jalani, Segalanya Masih sama. Yaitu perihal berjuang untuk satu nama.
Aku memang sedang menujunya dan diapun telah bersedia menungguku. Namun apalah arti sebuah datang jika saja tuhan belum sepenuhnya mengijinkan.
Mungkin semesta menyuruh kita menunggu waktu yang tepat, sampai dimana segala kita menurutNya telah siap.
Dan pastinya pertemuan itu akan menjadi sebuah kado istimewa untuk orang-orang yang bersedia bersabar dan taat.
Tuhan dengan segala kemurahannya memberikan jeda sebuah menanti, Agar aku dan Niar bisa saling memperbaiki diri untuk menjadi yang lebih baik dari ini.
Dengan satu tujuan,tujuan yang satu. Saling menguatkan iman. Agar kelak bisa bahagia dan sakinah bersama. Sedari di dunia hingga pada jannahNya.
Untuk sementara, biarkan takdir yang akan menjalankan tugasnya, menegaskan keyakinan bahwa kelak kita di bersamakanNya.
Bersama beratnya Rasa yang kita perjuangkan,
Bersama sabar yang selalu kita kuatkan, aku semakin yakin bahwa lelahku tak mampu menghentikan.
Tuhan tentu tahu apa yang sedang aku usahakan,
Bersama seluruh doaku, pada tiap-tiap keyakinanku, tuhan pasti akan memenangkannya untuk kami bersatu. Aku juga selalu berharap Niar bisa menunggu dan melapangkan hati.
Cemasku, letak segala kesalahan. namun senyum manis Niar adalah pemilik segala ketenangan.
Aku sangat berterimakasih atas rasa sayang yang ia berikan hingga tak bertepi.
Apapun itu aku selalu berdoa, semoga kita berdua semakin membaik dalam segala hal dengan cara yang di izinkan Tuhan.
Aku yakin, bahagia itu akan datang, setelah kita sama-sama berhasil sampai tujuan.
KAMU SEDANG MEMBACA
merelakan
RomanceAwalnya semua yang aku lalui terasa begitu berat. Karena aku sedang sendirian. Seolah tak bisa menghadapi segala hal, hingga akhirnya datang seseorang yang bersedia menemaniku berjalan. Bersedia menguatkan saat aku kelelahan, menemani saat kesepian...
