Bahagia ketika bersamamu

51 9 0
                                        

Mentari pagi hadir menyapa nampak kupu-kupu hinggap di atas bunga yang indah bermekaran. Terlihat Reina yang asyik menyiram bunga matahari pemberian dari Rico hingga tumbuh indah menghiasi taman rumah sebagai bukti rasa cinta pada sang pujaan hati yang sempat membuat hati terluka dengan menghilang tanpa jejak. Namun, Reina tidak ingin terus berlarut dalam kesedihan Reina mencoba meyakinkan hatinya nanti kelak Rico akan kembali.

Bersabar dalam penantian menahan rasa rindu kian menggebu dalam hati. Waktu untuk berjumpa saat itulah yang dinantikan entah sampai kapan waktu itu akan tiba?

"Putri, tolong bantu Ibu"  ujar Ibu penuh harap.
"Maaf, Ibu Putri bukan tidak ingin membantu Ibu akan tetapi, Putri juga tidak mempunyai kontak Rico" Putri kembali meyakinkan.
"Lantas, Ibu harus lakukan apa?"
Ibu kembali meneteskan airmata.
"Hanya do'a Ibu yang mampu menguatkan Reina"
"Iya, Ibu tidak berhenti untuk mendo'akan Reina" ujar Ibu penuh perhatian.

Langit kembali meredup seolah tahu perasaan Reina yang dirasakan saat ini. Hujan kembali menetes berjatuhan ke tanah menggenangi tempat tinggal Reina. Tiba-tiba ketika Reina hendak pergi ke kamar nampak terdengar ketukan pintu dan bel berbunyi tanpa berfikir lagi Reina langsung menghampiri depan rumah untuk membukakan pintu.

Ketika Reina membukakan pintu Reina sangat merasakan terkejut ternyata yang datang seorang laki-laki yang tidak lain Rico yang membawa seikat bunga matahari nampak tersenyum manis tertuju pada Reina yang setia menanti kehadirannya. Entahlah ini mimpi atau kenyataan indah yang diterima Reina.

"Reina, maafkan Rico selama ini sudah pergi menghilang begitu saja, akan tetapi Rico memiliki alasan untuk menjawab semua ini?"
Rico mencoba meyakinkan Reina.
"Apakah alasan dari semua ini?"
Reina kembali mempertanyakan.
"Alasannya ada di dalam bunga ini ada secarik kertas yang Rico tulis" ujar Rico.
"Mengapa Rico tidak memberikan alasan lewat perkataan?"
"Maaf, Reina Rico tidak sanggup jika harus berkata langsung Rico harus pergi" ujar Rico.
"Sudahlah, jika Rico akan pergi mengapa harus kembali?"
Reina kembali merasakan kecewa.
"Jangan khawatir, Rico sudah menulis kontak telepon nanti kita dapat berkomunikasi kembali" Rico kembali tersenyum dan pergi begitu saja.

Dear Reina...
***
Maaf jika Rico sudah membuat Reina khawatir dengan pergi menghilang begitu saja, sungguh ketika itu Rico merasa terluka, tangis, penuh pilu yang mampu Rico rasakan. Kejadian pilu yang mampu menghilangkan ingatan akan kenangan indah ketika saat bersama Reina ukiran cinta yang terlukis ketika itu menghilang dalam memori ingatan. Bukan Rico ingin melupakan namun, semua itu terjadi begitu saja kontak semua hilang dalam telepon genggam. Rico tidak dapat mengingat tentang masa lalu hingga keluarga Rico tidak mampu mengingat. Ibu tidak berhenti untuk terus mengembalikan memori ingatan hingga Rico pulih sampai saat ini. Walaupun ketika mengingat masa lampau terasa sakit namun, Ibu selalu meyakinkan dan memberikan semangat untuk Rico kembali pulih. Memang perlu waktu sangat lama untuk mengembalikan memori ingatan ini hingga pertama yang Rico ingat Reina yang terlukis dalam memori ingatan Rico. Berilah Rico kesempatan kembali untuk mengembalikan senyum yang sempat hilang di raut wajah Reina. Kembalilah, marilah kita kembali mengukir kisah indah.
****
                                     #Salam rindu
                                             Rico

Reina kembali meneteskan airmata sungguh saat yang memilukan namun saat itu juga Reina merasa bahagia sebab dapat berjumpa kembali.

*******
Apakah Reina dan Rico akan kembali melukiskan kisah cinta kembali?
***
Waiting the next story...
***
Jangan lupa follow wp : Mela_official






Sun FlowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang