9 | kencan?

20 4 0
                                    


Hari kini mulai larut, jam telah menunjukkan pukul 9 malam. Sangat begitu cepat hari ini berakhir,

Padahal belum lama aku melihat sang mentari terbit, kini ia ingin beristirahat sejenak untuk esok

Kini kita berjalan beriringan menikmati malam yang sejuk. Hembusan angin malam menjadi favorit ku belakangan ini

Pandanganku hanya menatap jalanan kosong sambil menendang kerikil-kerikil yang menghalangi jalanku

"Kau lapar?" Aku menoleh kesamping kananku dan mendapatkan Beom Seok yang kini sedang memandangku

"Sedikit" jawabnya sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana panjangnya

Aku melukiskan senyum kecil di wajahku "mau makan di market?" Tawarku

Ia hanya memandangku kosong berharap ada kata yang tertinggal dari mulutku

"Aku traktir!" Sambungku dan langsung di jawab dengan anggukannya yang mantap

Aku berlari kecil mendahuluinya "yang terakhir sampai kentang busuk!!" Teriakku ketika telah menjauh darinya

Aku bisa mendengar hentakan kaki yang tak beriringan jauh di belakangku, aku bisa menebak dia juga sedang berlari dan mengejarku

"Kau tidak bisa mengejarku! Aku pernah menang lomba lari saat sekolah dasar!" Kini teriakanku terputus-putus karena kehabisan oksigen

Aku memperlambat lariku, dan melihat kearah belakang. Aku melihat Beom Seok kini hanya sepanjang 6 meter dariku

Aku mulai mempercepat lariku kembali, sudah lama aku tidak merasakan sebahagia ini dengan pria lain selain ayahku . Aku merasa seperti anak kecil lagi saat ini.

Sepanjang jalan, hanya terdengar suara teriakan, tawa yang kutimbulkan sendiri

-

"Pertama!" Teriakku ketika sampai di depan market 24 jam, aku melihat ke belakang berharap Beom Seok ada di sana sedang berlari namun tidak ada siapapun di sana

Kejadian ini, seperti saat itu...

"Kentang busuk" suara berat namun terdengar dingin itu mencuri perhatianku

Aku melihat kearah sumber suara itu, kini Beom Seok sedang duduk di kursi dengan meja bundar sambil menggigit sumpit

"Lambat sekali, ini.." sambungnya sambil menyodorkan sebuah mie cup dengan sumpit di atasnya

Aku masih belum percaya apa yang terjadi saat ini, bagaimana bisa? Sangat jelas tadi aku melihat ia di belakangku

Aku mengambil tempat duduk yang berhadapan langsung dengannya, "kenapa teriakkanmu sangat keras? Aku dapat mendengarnya sampai di sini" ujarnya ketika aku telah duduk sempurna di depannya

"Mwo-yah? Kenapa kau sangat cepat sampai?" Tanyaku tanpa menjawab pertanyaan yang ia lontarkan tadi

"Aku mengambil jalan pintas" jawabnya sambil mengaduk miecup nya dengan polos

"Eh? Kau curang! Aku tidak bisa menerima kenyataan pahit ini!" Ujarku sambil menepuk meja di bawahku

Kini ia menepuk-nepuk dadanya seperti seseorang yang keselek? Dan membutuhkan pertolongan

Aku dengan cepat masuk ke dalam tokoh dan membeli susu stroberi kotak dan memberikan kepadanya

Ia meminum susu itu dengan sekali tegukan, "kenapa kau membelikan susu?" Tanyanya

"Tidak perlu protes!, Masih baik kau selamat" ujarku sambil duduk kembali dan mengaduk miecup ku

Uap dari mie itu membuat malam yang dingin ini menjadi sedikit hangat,

Kini hanya terdengar suara kunyahan layaknya ASMR, "Hei, aku belum membayar ini" ucapnya di tengah-tengah keheningan

Kini aku yang tersedak dengan perkataannya, "yahh minumlah" ujarnya sambil menyondorkan susu stroberi yang ku beli tadi

Aku meminum susu itu dengan cepat, setelah merasa lega aku langsung menyerangnya "ku kira kau telah membayarnya"

"Tadi kau yang bilang sendiri mau mentraktirku" sambungnya setelah meletakkan sumpitnya di atas cup kosong

"Al-ass-eo" ucapku sambil melanjutkan aktivitasku yang tadi tertunda
( Al-ass-eo = baiklah )

Aku bisa merasakan pandangan Beom Seok yang terus melihatku, "Beom Seok-yahh, berhentilah memandangku seperti itu" ucapku sambil melihat kearahnya

Untung saja aku berbicara tidak terlalu keras kalau tidak aku akan malu, Beom Seok kini terlihat sedang memejamkan matanya dengan posisi kepalanya yang sejajar denganku

Aku hanya memandanginya hingga saat ia membuka matanya, seketika mata kita saling bertatapan

Mungkin sekarang wajahku memerah, aku langsung mengalihkan pandanganku ke miecupku seperti sebelumnya dan meneguk seluruh kuah mie itu hingga habis

"Jib-e gaja" ucapku setelah berdiri dan mengambil totebagku yang ada di atas meja lalu berjalan menunduk untuk menyembunyikan wajahku yang mungkin telah merah merona
( Jib-e gaja = ayo pulang )

"Yahh, jamkkanman" teriaknya "kau belum membayar ini!" Teriaknya semakin keras, dan itu membuat ku berhenti melangkah dan membalikan badan

"Kau saja yang bayarkan!, Besok akan ku ganti uangmu! Aku duluan" setelah mengucapkan itu aku langsung berlari sambil tersenyum kecil,

entah apa yang terjadi tapi malam ini membuatku sangat bahagia.

🌠

[ To be continued ]

QUESTION?
please COMMENT HERE!
berikan pendapat kalian juga, karna itu berguna untuk ku:)

xoxo, bye
dellaa

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 08, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Starry Night Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang