3 | dia adalah

36 12 3
                                    


the stars come with the moon at night.
are you still hesitant to reach the
dream through the two icons
of the night?

[]

Aku terkejut melihat orang yang kutabrak barusan.

Pria itu adalah teman sekelasku Beom Seok Kim, aku tidak yakin mengenalnya

mungkin karena dia yang tidak pernah berbincang dengan aku dan teman-teman yang lain selain teman sebangkunya Park Shungmin

pria yang selalu memakai kacamata hitam dan baju yang tidak pernah keluar dari celana panjangnya dialah park Shungmin

Beom Seok Kim dan park Shungmin sifat mereka sangat bertolak belakang

Beom Seok pria yang pendiam dan malas untuk mengerjakan tugas di sekolah, dan sering sekali masuk ke ruang konseling ( ruang BK )

Sedangkan park Shungmin seperti yang ku bilang dia siswa yang cukup pandai, tapi entah mengapa persahabatan mereka hanya bisa bertahan hingga park Shungmin pindah sekolah saat kelas 11-1

Seluruh kelas tak tahu sebab park Shungmin pindah sekolah, tapi karena kepindahan Shungmin itu, Beom Seok menjadi semakin pendiam

Aku menjadi sangat gugup saat itu, aku meminta maaf untuk kedua kalinya dan kembali berjalan tanpa memikirkan yang lain

aku kembali menelusuri jalan yang menuju sekolahku,

sekolahku tak jauh dari kompleks perumahanku, hanya sekitar 20 menit berjalan kaki, 15 menit naik sepeda, 10 menit naik bus/bis, dan 5 menit naik kendaraan pribadi

Kini aku telah berjalan menuju kelasku yaitu kelas 12-1, yang terletak di lantai dua, ruang terakhir dari tangga

Aku telah melewati 5 pintu kelas 12, dan terakhir aku telah berhadapan dengan pintu kelasku

Sebelum membuka pintunya aku menarik napas panjang lalu ku hembuskan sambil membuka pintu berwarna putih pudar itu

Ganggang pintu yang terbuat dari besi menjadi sangat dingin sepertinya musim gugur datang lebih awal di bulan ini

Beom Seok PoV :

Aku berjalan menelusuri jalanan yang kelam, jalanan sepi tak seperti biasanya tapi itulah yang ku inginkan

Sepi. Sunyi. Tak perlu saling berdesakan untuk pergi ke tempat tujuan masing-masing.

tanganku memegang earphone yang ada di dalam saku celana ku sambil menghangatkan tanganku yang hampir membeku

Aku melihat kearah langit 'apa yang harus aku lakukan untuk dapat bertahan hidup lebih lama lagi? Apa kah bintang akan mengirimkan seseorang?'

Tiba-tiba saja ada orang yang menabrak punggung ku " mian mian, jeongmal mianhae " sepertinya itu suara wanita

Akupun berbalik agar dapat melihat jelas wajah wanita itu, saat bersamaan mata kami saling bertatapan

Wanita itu memakai seragam yang sama denganku, aku seperti pernah melihatnya, apakah dia pernah datang di mimpiku?

Belum sempat aku mengeluarkan suara, wanita itu langsung pergi meninggalkan ku begitu saja, seperti orang ketakutan

Aku mencoba untuk tidak memikirkan hal itu, akupun berbalik dan bermaksud untuk melanjutkan perjalanan ku ke sekolah

Tapi pandanganku teralihkan oleh buku berwarna coklat yang tergeletak di jalan aspal yang berwarna hitam

Mungkin beberapa orang tak akan dapat melihat buku itu, karena warna gelap yang hampir menyatu

Tapi entah kenapa aku dapat melihatnya, mungkin hanya kebetulan.

Aku mengambil buku itu, dan mencoba memanggil wanita tadi
Tapi setelah aku membalikan badan batang hidung wanita itu sudah tak terlihat

Aku memutuskan untuk mencari wanita itu di sekolah saja, atau jika aku tidak menemukan nya aku akan menunggu nya besok di jalan ini.

Soyoung PoV :

Aku mendorong pintu putih pudar itu,
dan masuk ke dalam kelas

Suasana kelas tak seperti biasanya, kini semua orang tengah membolak-balik halaman buku tebal berwarna coklat

" Annyeong-hasseo " ucapku, mencoba untuk sopan

Hanya beberapa saja orang yang membalas sapaan ku, mayoritas hanya membaca sambil menghafal setiap kalimat di buku itu

Aku hanya tersenyum dan menuju tempat dudukku, dan kembali menyapa teman seperjuangan ku yang duduk di sebelah kananku " suyeon- yahh, annyeong "

" nee " kini suaranya terdengar seperti seorang pengangguran

" Apakah kau sudah belajar?" Tanyaku sambil mencari buku sejarah di dalam tas ransel kuningku

"Apa kau tidak melihat aku sedang mencoba untuk mengahafalkan kalimat ini?" Kini suaranya terdengar sedikit hidup

Pandanganku kini menjadi sedikit lebih serius, aku mencari buku sejarah ku

Aku mengeluarkan semua isi dalam tasku, dan itu membuat suyeon heran

" Yahh apa yang kau lakukan?" Tanyanya dengan nada bingung

"Buku sejarahku kemana?, Aku yakin sudah memasukannya tadi pagi" bibirku bergetar saat mengatakan itu

"Heh?!! Yang benar saja! Buku itu masih milik sekolah, kenapa kau sangat ceroboh seperti itu?"

"Jangan mengatakannya terlalu keras" pintahku sambil mengangkat jari telunjuk ku sejajar dengan bibirku

Aku sangat panik saat itu, hal-hal negatif terus terbayang bayang di pikiranku, Walau aku selalu terus mencoba untuk berpikir positif

Bagaimana jika preman jalan yang menemukannya dan merobek setiap halamannya dan kemudian mencoret setiap halaman yang ada

Ataukah? Terjatuh saat aku bertabrakan dengan Beom Seok Kim?

🌠

[ To be continued ]

Hallo!! Banyak typo? Nanti bakal aku perbaiki
Gimana? Makin kesini makin ga jelas atau makin menarik?
Give me your opinion^^

QUESTION?
COMMENT HERE!

bye, xoxo
dellaa

Starry Night Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang