Kau tahu?
Saat Mukalla berselimut gelapnya malam, ada rindu yang mulai merajam. Terdengar gemuruh suara ombak menggeram, di bawah cahaya Rembulan yang temaram.Wajahku menempel di daun jendela. Berharap mendengar suaramu menyapa. Menatap remang wajah laut dengan seutas cahaya.
Ah, harapan itu kembali berdenyut di sekujur nadiku. Menjadi nafas yang terhembus dalam aliran do'aku. Menampakkan senyummu, yang berdetak di jantungku.
Rasanya ingin segera kubisikkan di telingamu, "Aku masih mencintaimu dan akan terus mencintaimu dengan caraku."
Imam Abdullah El-Rashied
Mukalla, 19 Agustus 2019.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Drama Senja
PoetrySajak Drama Senja Oleh: Imam Abdullah El-Rashied FB | IG | TW | TG | WP | YT @elrashied_imam elrashied.wordpress.com Drama Senja Suara serempak burung gagak menggema Memenuhi angkasa merah langit Mukalla Drama Senja, itulah titahnya Kala Mentari men...