Senja baru saja beranjak meninggalkan semesta
Lantas kubisikkan pada angin yang berhembus ke arahnya
"Jarak masih jauh dan waktu kian terulur."
"Kuharap ada jeda di antara denyut rindu di nadiku."
Jawabnya dengan air mata terurai
"Ramadhan ini, meski sekejap. Kuingin menemuimu."
Ucapnya melanjutkan
Ah, selalu saja dialog dengannya hanya menambah tumpukan rindu di dada
Kian hari, kian sesak yang kurasa
Kuharap, pertemuan itu bukan lagi sebuah mimpi
Tapi tawa dan tatapan yang berseri-seri
Seindah senyuman mentari
Imam Abdullah El-Rashied
Mukalla, 6 Januari 2019.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Drama Senja
PoesiaSajak Drama Senja Oleh: Imam Abdullah El-Rashied FB | IG | TW | TG | WP | YT @elrashied_imam elrashied.wordpress.com Drama Senja Suara serempak burung gagak menggema Memenuhi angkasa merah langit Mukalla Drama Senja, itulah titahnya Kala Mentari men...
