(37) JATUH SEBELUM BERDIRI

2.5K 104 12
                                        

"Jika jatuh dan mencinta adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan, kenapa merelakan sulit sekali dijadikan pilihan?"

-Altair Angkasa


🌻

"Lo nggak jengukin Luna?"

Angkasa segera menoleh pada sumber suara. Matanya menyipit, melempar tatapan bertanya pada Hanan.

"Ah, gimana sih lo?! Si Luna bukannya udah tiga hari nggak berangkat? Kata Mayang sakit."

Sebenarnya, ada kekhawatiran dalam diri Angkasa, tapi ia berusaha mempertahankan ekspresi datarnya. Ia tidak ingin terlihat panik di depan Hanan yang selalu sok tahu tentang perasaannya, meski jika ditinjau kembali, perkataan Hanan tentang perasaan Angkasa seringkali benar.

Dengan tampang acuh, Angkasa kembali melanjutkan kegiatannya memainkan game selagi guru belum masuk. Sedangkan Hanan? Ia masih memandangi Angkasa sambil menautkan alis. Mencoba mencari alasan atas acuhnya Angkasa.

"Hobi kok bohongin diri sendiri," sindir Hanan, tepat sasaran.

Pemuda itu kini duduk di sebelah Angkasa, meletakkan satu kakinya di atas paha kaki yang lain, kemudian menyangga wajahnya dengan tangan kanan. Pandangannya jatuh pada Ayu yang ketahuan sedang mencuri pandang ke arah Angkasa.

"Lo liat Ayu. Dia mengorbankan diri pindah ke sini buat deket sama lo. Padahal dia perempuan kan, nggak seharusnya mengejar. Tapi lo? Cowok tapi nggak mau berjuang. So funny!" ujar Hanan frontal. Dia memang sudah gemas dengan Angkasa yang tak kunjung bergerak mengejar, padahal yang Hanan lihat, Luna juga tertarik dengan Angkasa.

Bukannya membalas ucapan Hanan, Angkasa justru tetap memainkan game-nya dengan serius, membuat Hanan kesal setengah mati.

"Angkasa!" Seruan itu membuat Angkasa dan Hanan menoleh. Di bangkunya, Ayu memberi isyarat agar Angkasa mendekat.

Setelah meletakkan ponselnya di atas meja, Angkasa bangkit untuk menghampiri Ayu. Sedangkan Hanan kini mencebikkan bibirnya. Sangat muak dengan pemandangan yang tercipta di dalam kelasnya. Rasanya ingin ia musnahkan saja perempuan itu.

Ayu menatap Angkasa lalu memberi isyarat agar Angkasa duduk di bangku sebelahnya yang kosong, pemiliknya sedang berkelana ke bangku belakang.


"Sa, jadi cewek yang waktu itu sama kamu di rumah sakit namanya Luna?"

Angkasa mengangguk tanpa menatap wajah Ayu. Ia sedang agak malas membahas Luna bersama Ayu, mengingat pertemuan terakhir Angkasa dengan Luna yang memberi kesan tidak mengenakkan bagi Angkasa.

"Pacarnya Aksel?" tebak Ayu.

Mata Angkasa menyipit tak percaya, memperhatikan Ayu yang justru sekarang sibuk dengan ponselnya. Ia sendiri tidak tahu bagaimana hubungan mereka sekarang, bisa saja Luna menerima Aksel karena ia sudah menunjukkan sikap tidak peduli pada Angkasa.

Dan mata Angkasa harus meredup saat Ayu memperlihatkan postingan terbaru Aksel pada akun instagramnya. Berhubung Angkasa jarang membuka aplikasi tersebut, maka ia tidak tahu apa saja yang diposting teman-temannya. Angkasa kurang menyukai kegiatan berfoto, meskipun dia tampan.

Dalam foto tersebut, nampak Aksel sedang mengganggam tangan Luna, sementara Luna terlihat sedang berbaring dan wajahnya sengaja dibuat blur. Aksel menuliskan "get well soon" dalam postingan itu.

LUNARIA [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang