Gelap meronta
Langit berteriak
Mulut yang senyap
Mata yang enggan pejam
Tali timba yang berat
Air sumur yang keruh
Berhenti menjerat
Pakaian yang lusuh
Telpon berbunyi
Siapa disana
Ketakutan sementara
Seorang penari
Telapak yang kerut
Kaki yang pegal
tisu toilet
Suara bising tawar menawar
Cukup
Aku mendengar
Ghibah angin dan ranting
Berjatuhan akhirnya
Tidurlah
Rehatkan pikiran
Lemaskan badan
Mimpi menguasai
Majalaya 26 September
