Hujan tau ia dirindukan
Maka dari itu,
Aku sudah bersiap tak merindukannya
Karna aku tau ia akan datang
Aku ini seperti atheis
Apa itu tuhan
Bila ternyata ia yang mengatur semuanya
Lebih baik aku percaya diriku sendiri
Kiranya aku tidak percaya pada realita
Karna aku tau dari awal
Aku tumbuh dengan pemikiran-pemikiran
Setelah dewasa aku jadi apa
Surga adalah metafora
Bagaimana keindahan begitu hebat
Lalu orang gila pinggir jalan
Ia kebal hukum lalu ia spesial
Karna sebetulnya bahagia itu
Bukan masalah realita
Namun harapan apa
Yang kita mimpikan
Lalu ia suatu saat menjadi realita
Lalu lanjut ke angan berikutnya
Realita dapat hilang
Namun mimpi sampai hilang akal
Tak akan pernah berhenti
Dasar realita sialan
Kurasa kita sudah berteman sejak lama
Aku menghargai mu sebagai perasasti
Yang akan diam melihatku
Menjadi sebuah manusai bersayap
Seperti apa yang aku angankan
