5

6 4 0
                                        

Saat di ruang kepsek
"ngapain kamu berantem waktu jam masih sekolah?"kata kepala sekolah.
Pito diam dia malas menjawab pertanyaan yang bakal menyakiti hati nya sendiri.
"JAWABBB masih punya mulut kan!!" bentak Kepala Sekolah itu.
"bapak pernah mencintai seseorang? bapak tau nggak rasanya orang yang sangat bapak cintai diambil oleh orang lain, sakit kan? Pakk saya mencintai seseorang  lalu diam2 dia menjalin hububgan dengan orang lain gimana perasaan anda saat anda berada di posisi seperti ini saya rasa bapak nggak akan pernah bisa merasakannya!Diaa Marchell ," belum sempat menyelesaikan kata kata kepsek buru2 memotong omongan Pito
"DIAMM!! saya tidak ingin mendengar omong kosong mu itu!!" bentak kepsek itu lagi
"terserah bapak mau mengatakan kalau saya itu omong kosong atau apalah!! Karena saya tahu bapak nggak pernah merasakan itu!!" kata Pito dengan amarah yang memuncak dan tangan nya pun mengapal
"KAMUU DIKELUARKAN DARI SEKOLAH!! nihh buat mama kamu semoga dia tidak syok melihat apa yang ada disurat pernyataan itu!!" kata kepsek itu
"saya juga sudah muak dengan sekolah ini dengan murid muridnya dan guru nya yang tak punya otak!!" Kata Pito sambil segera keluar dari ruangan itu.
Setelah itu Pito langsung memberikan surat itu pada orang tuanya. Pito dimarahi bahkan dihukum dia dikurung didalam kamar nya tanpa di beri makan sedikit pun.
Sampai akhirnya Pito sakit dan masuk ke rumah sakit selama beberapa hari karena dia sakit tipes.

Setelah dia dikeluarkan dari sekolah ibunya berniat keluar kota dan menyekolahkan Pito disana,disekolahnya yang sekarang.Pito sebenarnya sudah kelas tiga harus memulainya dari awal lagi.

"yaudah salam kenal ya Disa..." katanya
"hehe iya" kata ku
"BTW kamu tadi ngapain disini?" tanyanya
" ohh iya gini, jadii mama kuu lagi sakit, terus sekarang aku balik ke kamar nya mama ku" kata ku
" ehmm yaudah aku ikut ya... Ehh kamu nggak sekolah ya hari in?" tanyanya
"ehmm  aku udah ijin kemarinn." katanya sambil berjalan.

Marchel bisa dengan  cepat akrab dengan kakaknya. Tapi saat Marchel masuk dia melihat mama Disa  kejang kejang Disa langsung saja memencet tombol merah untuk memanggil dokter. Semuanya keluar dan Marchel pun pergi.

Pukul 07.30
Disa menangis hampir satu jam lamanya
"udahh dekk mama pasti baik baik aja kamu harus tenang" kata kakanya bergetar karena menahan tangis
"kakk aku udah berusaha tenang tapi nggak bisa kaak aku takuuutt.." isak Disa sambil bersandar di bahu kakak nya itu.
Tidak lama kemudian dokter keluar
"dokter gimana keadaan mama ku dokk" kata Dito sambil matanya berkaca kaca karena cemas
"kami mohon maaf, " tangis Disa langsung pecah saat mendengar kata kata itu
" kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi takdir berkata lain, mama kalian tidak bisa di selamatkan." lanjut dokter itu dan langsung pergi.
Disa langsung tak sadarkan diri dan kakak nya kini hanya bisa bingung dan memilih memanggil dokter untuk mengatasi adiknya itu,dan langsung menemui jasad mama nya itu.
" maaa maaf aku belum bisa bahagiain mama tapi aku sekarang udah punya kerja maa aku bakalan kerja maaa bangun... Maaaa hhaaahaaa..." isak tangis Dito sambil memeluk mama nya.

Sementara Disa cepat terbangun dan langsung linglung
" MAAMA..." jeritnya sambil terbangun
Disa berlari ke kamar mama nya itu dan menemukan mama nya sudah terbaring dengan dipeluk oleh kakaknya. Disa menghampiri mereka dengan langkah yang sangat tidak bisa dikendalikan
"maaa... Maama aku sayang mama mama jangan tinggalin aku... Aku gak mauu mama.. Ha..ha.... Kaak aku gak sanggup... Huuu..huu.." isak Disa sambil memeluk Dito
Setelah itu dokter datang dan membawa jasad mama mereka. Setelah itu mereka keluar dari kamar itu.
Disa tidak tahu harus ngapain dan akhirnya Disa memilih untuk menelpon Nanda sahabat nya itu.
" Haloo Disa gimana keadaan mama kamu uadah sehat ya?" tanya Nanda
"huuuhuuhuu...." isak tangis Disa yang tiba tiba menangia tersedu sedu
"lhohh Disaa kamu kenapa? Disa aku kesana sekarang!" kata Nanda dan segara mengakhiri sambungan telepon.
Beberapa menit kemudian Pito  datang dan disusul oleh Nanda.
Tiba tiba Pito memeluk Disa. Tapi tiba tiba Nanda melepas pelukan dan mengajak Nanda duduk dan mengajak Disa berbicara tentang apa yang terjadi sebenarnya.
" Disaa kamu kenapa?" tanya Nanda
" mama... Mama udahh hiks mama udah nggak ada...." kata Disa sambil menutupi mukanya karena disa sedang menagis tersedu sedu.

"inalilahi wa'inalilahi rojiun turut berduka cita ya kamu yang sabar kita bakal ada disini" kata Nanda dengan suara bergetar karena menangis
"iya saa kamu pasti bisa kita bakal selalu ada buat kamu."sambung Pito
"aku belumm siapp ditinggal maama aku nggak kuat aku gak tau harus gimana lagi nanti setelah ditinggal mamaaa. Ndaa aku mohon kamu jangan tinggalin aku disaat keadaan aku seperti ini, aku gak pengen setelah aku kehilangan mama ku kamu juga maalah ninggalin akuu.. Hiks hiks jangann.. Huhuhuu..." kata Disa panjang lebar.
"Disaa aku juga pernah ngalamin apa yang kamu rasakan sekarang, kehilangan orang terbaik dihidup kita" kata Pito sambil berkaca kaca.
"haah beneran ceritain dong!!" pinta Nanda
"nggak, ehh maksudnya lupain aja lah nggak penting juga kan buat kalian" kata pito

***

Keesokan harinya mama mereka dimakamkan banyak kerabat datang dari daerah manapun. Teman teman Disa sekelas pun datang kesitu, termasuk Ali juga. Setelah acara pemakaman mama Disa tiba tiba Ali menemui Disa
"disaa.. Sabar ya."
Haaah apa nggak salah denger nihh dia ngomong kaya gitu ke aku
" iyha" entah kenapa tiba tiba gue nangis padahal kemarin aku udah berpeinsip buat nggak bakal nangis lagi.
"lhoh kok ngelamun nangis lagi kenapa?" katanya sambil memeluk gue.hiihh ngapain sihh niih anak main peluk peluk gue.
Saat itu juga tiba tiba Pito melihat tanpa sepengetahuan gue yaa.. karena gue lagi bener bener terisak  di pelukan Ali walaupun gue nggak suka.
"ehh maaf jadi melow.. Hehe"kata gue canggung
"ehmm iyha gue seharusnya yang minta maaf" katanya
Gue sebenernya udah nggak suka lagi sama anak ini karena ya waktu itu dia ehmm begitulahh. Dan semenjak saat itu gue mutusin udah gak mau jatuh cinta lagi sama dia.
"haii lo kok bengong?"
"haah apa nggak kok... Ya udah aku balik duluan ya" kata gue lalu berlalu pergi tanpa mendengar jawaban dari Ali.

Gue pulang dengan berjalan kaki sendirian karena Nanda sudah pulang bareng orang tuanya. Disa berjalan dengan lunglai dan melewati sebuah taman.

Hate But Love  (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang