Berani Hidup Benar

231 14 0
                                        

Aq percaya kalo dimanapun Tuhan tempatkan, kita selalu punya tujuan. Karena gak satu detikpun dari kehidupan kita yang Tuhan gak tau. Tuhan banyak proses kita dalam setiap hal dalam hidup, terutama setiap pengalaman pahit yang kita alami. 
Sebagai alatNya, muridNya, anakNya, hambaNya sudah pasti kita memiliki nilai-nilai yang kita pegang. Dan terkadang setiap nilai yang kita anggap berharga, tidak dihargai oleh orang disekitar kita. Dan inilah yang aq alami, dan mungkin banyak setiap kita yang mengalaminya juga. 
Hmm... Aq trus tanya dalam hati, maksudnya apa sih, aq ga suka nih begini dan begitu, nyebelin banget sih, apa sihh.. gerrrr!!!! 
Kalo dipikirin rasanya kq jadi kesel bangetz yaa, tapi sebagai anak yang baik aq coba ga berespon dari apa yang aq pikirkan tapi dari apa yg Bapa mau aq lakukan. 
Ow, mungkinn seperti biasa, Bapa mau anakNya jadi terang dan garam buat orang disekitar. Tapi satu hal lagi yang penting, Bapa mau ajarin supaya aq punya respon yang benar dalam segala hal yang beneran aq ga suka. Bukan hanya berespon benar, tapi juga belajar untuk berani ungkapin apa yg aq ga suka. 
Tuh kan, jadi keinget kalo aq itu orang yang gak enakan. Tapi disini aq mau diajarin untk berani ungkapin kebenaran. Seperti banyak nabi yang bulan ini trus muncul dalam saat teduh :) Ambil satu contoh, Sadrakh Mesakh dan Abednego. Mereka dimasukkan ke dalam perapian yab menyalanyala karena mereka pegang kebenaran untuk tidak menyembah patung yang dibuat oleh raja Babel. 

Daniel 3:12-18 
Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan." 
Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja, 
berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu? 
Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?" 
Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. 
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." 
Daniel 3:28-29 
Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka. 
Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa mana pun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu." 

Kita cuma bisa berdoa saja dan pada akhirnya Tuhanlah yang menyelamatkan mereka dan sikap hidup mereka membuat Allah dimuliakan. Wow, terbukti disetiap masalah yang gak mengenakan tetapi jika kita tetap memegang kebenaran dan nilai2 yang kita dapat dari Tuhan, didalamnya terdapat keselamatan dan rencana Tuhan supaya kemuliaanNya semakin besar diantara bangsa-bangsa. 
Mazmur 64:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (64-2) Ya Allah, dengarlah suaraku pada waktu aku mengaduh, jagalah nyawaku terhadap musuh yang dahsyat. 

Semangat ^^ 

My God Is AbleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang