He is a Merciful God

56 6 1
                                        

Tidak ada satu dosa pun di dunia ini yang dapat mengurangi kasih Tuhan buat kita, demikian pula tidak ada satu perbuatan baik pun di dunia ini yang dapat menambah kasih Tuhan.
Kasih Tuhan TETAP SAMA dulu, sekarang, sampai selama-lamanya.

Selama ini kita tertipu oleh iblis. Iblis adalah pencuri, dia mencuri sukacita, harapan dan juga kebenaran dalam hidup kita.
Jika kita melakukan kesalahan ataupun dosa, kita pikir Tuhan marah dan menjauhi kita, kita pikir kita gak layak lagi untuk dekat dengan Dia, kita pikir kita gak bisa kembali, kita pikir blablabla... dan kebanyakan yang kita pikirkan adalah hal-hal yang buruk, perasaan tertuduh dan terintimidasi karena kegagalan-kegagalan dalam hidup. Kegagalan kita untuk melakukan kebenaran, yang kita MAU untuk kita lakukan tapi TIDAK DILAKUKAN.

Dan ternyata yang kita pikir semuanya adalah kebohongan dari Iblis yang mencuri kebenaran di pikiran kita, sehingga harapan kita pun turut tercuri.

Kebenarannya adalah :
Roma 5:10-11 (TB)  Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Hey...kita sudah ditebus oleh darah Yesus. Bapa yang telah mengutus AnakNya untuk tebus dosa kita, adalah Bapa yang sama yang kita pikir blablabla.. Dia Bapa yg sangat baik yang begitu mengasihi kita. Ketika kita merasa jauhh dari Tuhan, bukan Tuhan menjauhi kita, tapi kita yang mundur sedikit demi sedikit sampai saat kita menyadari kita "pikir" sudah terlalu jauh "untuk kembali".

Buang pikiran kita yang SALAH, sejauh-jauhnya kita mundur, keberadaan Tuhan itu TETAP.
Mazmur 139:7-12 (TB)  Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.
Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,"
maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

Kemanapun kita lari, Tuhan TETAP ada disana. Dia adalah Tuhan yang ada dimanapun. Kita terlalu kecil dan Dia terlalu besar. Bahkan di mazmur dikatakan, biar kegelapan melingkupi aku sampai terangku pun menjadi malam, ternyata kegelapan itu tidak gelap untuk Tuhan, bahkan malam menjadi terang seperti siang.
Tuhan adalah terang, Dialah cahaya yang selalu menerangi dan memberikan jalan buat kita.
Dia alfa dan omega, yang awal dan terakhir.

Bahkan ketika kita menyadari segala kesalahan kita dan seberapa dalam kita terjatuh, Dia sedang memandangi kita dengan penuh kasih. Dia Allah yang menunggu kita untuk berbalik, kembali ke dalam pelukanNya yang menghangatkan dan melakukan kehendakNya (hal yang benar).
Bayangkan mata Tuhan yang melihat kita dengan kasih, betapà cintaNya begitu besar. Biarkan cintaNya memenuhi hati dan pikiran kita, rasakan jatuh cinta kembali dengan Sang Pencipta, rasakan tujuan hidup utama kita terpenuhi ketika kita menerima kasih Allah.

Bersyukur banget buat kebenaran ini, bahwa Kasih Allah tak berkesudahan dan Dia Allah yang penuh dengan pengampunan. Kesalahan apapun yang kita buat, Dia tetap mengasihi kita dan TETAP berada di tempat yang sama,di bait Allah yaitu di dalam kita.

Untuk itu, kita harus menyatakan kebenaran Tuhan lewat perkataan dan perbuatan kita. Jangan biarkan ada perkataan kotor keluar dan perbuatan jahat kita lakukan.
Sehingga kita selalu menyenangkan hati Tuhan, karena hanya sekecil itulah kita dapat membalas sepersekian kecilll dari kasihNya yang begitu besar.

My God Is AbleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang