Pagi telah berlalu,satu per satu teman beni yg terlibat tawuran sudah di perbolehkan pulang setelah di jemput orang tuanya,
sebelum pulang mereka di berikan arahan terlebih dahulu oleh petugas kepolisian,tak lupa mereka membuat surat perjanjian agar tidak mengulang hal tersebut,
Beni terdiam di sudut ruang penjara,
Dalam benaknya iia berpikir kenapa yg lain sudah di perbolehkan pulang,
"Tapi yasudahlah,toh ini konsekuensi yg harus beni jalani"
Dalam hening beni mulai mencoba memutar otak agar tidak terjadi tawuran antar geng motor lagi,
"tapi caranya bagaimana,dendam di antaranya sudah mengakar rumput,
Seperti bara yg tertiup angin di antara dedaunan kering yg menjadikannya api,dan terus menjalar menghanguskan bumi,
Jika demikian adanya aku harus menjadi tetesan air untuk memadamkannya,tentunya tidak cukup hanya setetes air,
Aku perlu tetesan lainnya yg menjadikannya hujan lebat sebelum terlambat,
Cukup ini tetakhir kalinya,aku akan coba mengumpulkan akbar,andre, dan mereka di dalamnya untuk membuat kesepakatan,
Walaupun berbeda setidaknya ada pertemuan yg bertujuan baik di antara mereka,
Semoga perbedaan di antaranya bisa di selaraskan,atau minimal dengan pertemuan itu mereka paham bahwa mereka adalah berbeda dan di antaranya saling menghargai perbedaan mereka,"
Beni sudah bulat untuk merencanakan pertemuan antar kedua rival geng motor yg sering berselisih tersebut setelah iia keluar dari penjara,
Teeettt....teeeettt...teeettt...
Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi,
Adam mengemas bukunya yg terlihat sudah lusuh,tak aneh klo buku itu lusuh,karna semua catatan mata pelajaran dia kumpulkan di satu buku yg iia lapisi sampul warna coklat itu,
Setelah memasukan buku ke tasnya adam mendekati resha yg masih duduk sambil memegang ponselnya,
"hayu cha,jdi jenguk akbar ke rumah sakit gkk?"
Ajak adam
"Gkk tau nie dam,andre blm bilang iya,dia cma bilang mau jemput adiknya diani terus jemput saya,
Pling nanti aku nyusul aja deh,kalian dluan aja,"
Jelas resha
"Adiknya andre cantik gkk cha?
aku bareng kamu aja deh...hehee"
Tanya adam iseng
"Huuuu....Cantikan aku lah"
Jawab resha sambil mengibaskan rambutnya
melihat resha yg centil adam mengkerutkan dahinya sambil berpamitan
" ya sudah cha,aku pergi duluan,mau nyamper melani dulu"
Adam pun meninggalkan resha dan melanjutkan langkahnya keluar ruang menuju kelas melani,
Melihat masih ada guru di kelas melani,adam duduk menunggu di bawah pohon,terlihat dari kejauhan melani mulai merapihkan alat tulisnya,
Adam melihat melani penuh kagum,pantas saja beni begitu memujanya,
Pa fuad sudah keluar dari ruang kelas melani,di susul siswa siswi di belakangnya,
Adam mendekati melani dengan melambaikan tangannya yg mencuri perhatian siswa lain,
Sadar siswa siswa lain melihatnya,adam menurunkan tangannya sembari tersenyum pada melani,
"Hai mel...resha katanya mau nyusul aja,dia gkk tau andre mau ikut atau ngga,jdi dia nyuruh kita dluan"
Ucap adam menjelaskan
"Ya udh dam,kita duluan aja keburu sore"
Ajak melani
"Kita kesana naik ap mel,mau pake driver aku atau naik apa?"
Tanya adam
KAMU SEDANG MEMBACA
Dilan Versi Gue
RomanceDi beberapa tahun belakangan ini para generasi milenial di gilakan dengan film dilan yg sangat fenomenal,karakternya pun begitu kuat dengan bahasa puitisnya, tapi saya punya tokoh berbeda bernama beni, dengan segala kisah yg membuatku luluh menikmat...
