Mulai dari kejadian ditaman sifat Rio berbeda drastis ke Shela. Kini Rio tidak seperti yang dulu Shela kenal, bahkan ketika mereka berpasan sekalipun Rio tak memandang Shela melainkan membuangkan pandangannya ke arah lain.
Rio yang sekarang sudah berbeda baginya, tapi Rara tak bisa berbuat apa-apa 'ya mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur' lagian kini shela sudah bersama bima.
Ya, Bima. Seseorang yang sukses menggantikan Rio dan Seseorang yang udah sukses membuat Shela bahagia. Walaupun Shela gak tau bahagia itu hanya sesaat atau untuk seterusnya.
"Lagi mikirin apa shel?" Tanya Bima.
"Gak ada kok" jawab Shela menutupi.
"Gak ada tapi kok kayak ada yang difikirkan gitu? Kalau ada masalah cerita aja ya, kasih tau aku" kata bima sambil mengedipkan satu matanya.
"Iyaa bener gak ada" kata Shela yang hanya tersenyum tipis.
"Ntar jadikan bantuin aku buat nyari kado?"
"Jadi dong, kenapa enggak?"
"Ya mana tau kamu lagi gak enak badan"
Yang lagi gak enak tu hatinyaa bukan badannya, gak peka lo mah (author)
"Gak kok, jam berapa ntar?"
"Abis ashar aku kerumah kamu"
"Oke aku tunggu."
"Itu makanannya dihabisin masa' cuma di aduk-aduk aja dari tadi keburu bel"
"Siap boss, suapin!" Pinta Shela manja.
"Yaudah sini-sini aku suapin" kata bima yang langsung menyuapin Shela.
Saat Rio baru sampai di kantin ia melihat Bima yang sedang menyuapin Shela. Shela tampak bahagia, begitu juga dengan Bima.
'Emang udah seharusnya, syukur deh kalau lo bahagia shel.' Batin Rio. Rio yang tadinya mau makan malah gak jadi makan dan kembali kekelas.
"Lo kenapa kok wajah lo cemberut gitu yo?" Tanya Rara yang melihat temennya duduk dengan wajah cemberut.
"Gak kenapa-kenapa Ra" jawab Rio singkat.
"Jangan bohong sama gue deh, tu wajah aja udah ditekuk-tekuk gitu. Masih bisa bilang gak ppa" Kata Rara.
":), udah?" Rio senyum sekali dan seketika wajahnya kembali seperti tadi.
"Yaelah cepat banget. Lo ini butuh refreshing, gimana kalau ntar kita jalan" Ajak Rara.
"Jalan kaki?" Tanya Rio.
"Ya enggaklah, maksudnya tu jalan-jalan. Ke sun plaza, gimana?" Tanya Rara.
'Saran Rara ada benernya juga, mungkin gue butuh refreshing' batin Rio.
"Yaudah ntar jam 5 gue kerumah lo" jawab Rio setuju.
***
"Shellaa, cepat dong.. ini Bimanya udah 15 menit loh nungguin kamu" teriak jasmine (mamanya Shela).
"Iya ma, ini juga udah siap." Jawab shela yang menghampiri Bima dan Jasmine.
"Bagusdeh, oh iya nak Bima. Nanti pulangnya jangan sampai lewat jam setengah delapan ya, soalnya tante, shela, sama papanya mau ada acara keluarga." Kata jasmine.
"Oke tante, kami pergi dulu ya tante." Pamit Bima.
"Pergi dulu ya ma" kata Shela yang juga pamit.
"Iya, Hati-hati ya."
Ditengah perjalanan mereka bercanda-canda, tertawa lepas bersama (lo bayangin aja sendiri gimana kalau orang pacaran, suka bercanda gak jelas. Walaupun gak lucu tapi tetap aja ketawa--ketawa gak jelas, senyum-senyuman)
Sampai-sampai mau kemana pun mereka belum tau.
"Oh iya, Bagusnya dimana ya cari kadonya?" Tanya Bima.
"Di sun plaza aja, kayaknya disana bagus-bagus deh." Usul Shela.
"Boleh juga, pegangan ya!" Bima menambah laju kecepatan sepeda motornya yang membuat shela semakin erat melingkarkan tangannya ditubuh Bima.
Sampai di tempat tujuan mereka bukannya langsung cari kado tapi malah makan, dan muter-muter dulu. Setelah puas barulah nyari kado.
"Udah dapat ni kadonya, makasih ya shel karna udah mau bantuin nyari" kata Bima sambil tersenyum.
"Iya sama-sama" jawab shella yang juga membalas senyuman Bima.
"Gimana, kita balik aja??"
"Iyadeh, biar mama ntar gak nungguin."
"Okedeh ayok" kata Bima sambil menggandeng tangan Shela.
Dari jarak yang tidak begitu jauh Rio gak sengaja melihat Bima dan Shela. Ntah apa yang terlintas difikiran Rio pada saat itu, yang jelas Rio langsung menggandeng tangan Rara dan berjalan menuju arah Bima dan Shela.
Rara pertama agak kaget, dan bertanya-tanya dalam hati, 'Why'. Tapi ia sadar ketika melihat Shela dan Bima, Rio menggandeng Rara menuju kearah yang membuat mereka berpasan dengan Bima dan shela.
Tapi bukannya menyapa malah Rio seakan gak kenal dengan Shela. Shela hanya melihat saja, mau menyapa ia ragu. itulah yang membuat ia berfikir keras, mengapa sekarang ia dan Rio bisa secanggung ini.
'Gak ppa deh yo, walaupun lo gak tulus gandeng gue. Bisa dekat sama lo aja gue dah bersyukur' batin Rara.
***
"Eh udah pulang anak mama, siap-siap gih!" Kata jasmine ketika melihat anaknya yang udah sampai dirumah.
"Iya ma"
"Bima mana?"
"Udah pulang ma, dia buru-buru karna ada yang harus disiapin"
"Oo gitu"
"Besok pagi kita gak kemana-mana kan ma?"
"Enggak sayang, emang kenapa?"
"Iya soalnya besok Ultah nyokap nya Bima jam 9 pagi"
"Oo gak ada kok"
"Yaudahdeh ma shela siap-siap bentar ya"
"Iya"
***
Pagi hari yang cerah itu secerah wajah Shela. Ia bersemangat untuk segera pergi dan berjumpa lagi dengan Bima, apalagi kali ini ia akan dikenalkan sama Orang tuanya.
Tapi sebelum pergi tiba-tiba Hp Shela berbunyi ada yang menelfon..
"Hallo ini siapa?" Tanya Shela karna no yang menelfon nomor baru.
"........"
"Ooo ada apa?"
".................."
"Ha? Seriusan?"
"........"
"Apa?, Dia koma?. Jadi sekarang dia di rumah sakit mana?"
"........."
"Oke gue usahain buat datang" -.Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
SUGAR
Teen FictionKamu manis. seperti gula, Iya gula. Hanya kamu yang tau seberapa takaran pas tuk melengkapi hidupku, melengkapi hari-hariku. Dan kamu sukses membuatnya seimbang serta menjadikanku luar biasa. Author Note. Efek samping : Diabetes
