Bagian 8. Sebuah Fakta

703 108 6
                                    

Sudah hampir 30 menit Chaerin mendengar penjelasan dari Ellie tentang apa yang terjadi pada Perusahaannya, mengapa tiba-tiba salah satu keluarga dari Perusahaan terbesar (Nam Corp) mengakusisi LIBI Group yang bahkan tidak memiliki kendala atau masalah di internal atau eksternal, sampai mengharuskan diakusisi oleh Perusahaan lain.

Mari kita jajarkan pemahaman dari setiap kata yang terucap oleh sahabatnya itu, dengan menambahkan sebuah fakta seorang Lee Tae karena lelaki itu termasuk orang-orang yang memiliki kuasa dalam Perusahaan terbesar diNegrinya.

Dalam satu Negaranya ini, mereka memiliki kandidat yang dinilai baik bagi masyarakat maupun relasi bisnis dalam mengelola dan mengembangkan usahan yang dimiliki hingga masuk dan menjadi Perusahaan terbaik, beberapa diantaranya meliputi Tae Company (dimiliki oleh Lee Tae), Nam Corp (dimiliki oleh Lee Joony), dan Lee Group (Perusahaan Ayahnya yang saat ini dipegang alih oleh Lee Jein). Seperti beranak pinak, dua perusahaan yang dimiliki adiknya Lee Jein itu, masih masuk kedalam satu ruang lingkup perusahaan yang sama tapi, dengan pendiri dan visi-misi berbeda. Ketiga Perushaan ini masuk dalam kategori 10 perusahaan terbaik, dan menempati posisi 1,2 dan 3 sesuai pada urutan nama perusahaan diatas yang tersusun dengan baik.

Tentu saja siapa pun dapat mengakusisi Perusahaan lain, agar semakin besar dan memudahkan koneksi pada relasi bisnis lainnya, termasuk perusahaan yang dipegang oleh Lee Joony kakak kedua Lee Tae yang berhasil mengakusisi Perusahaan LIBI GROUP dimana memakan waktu lebih dari 1 tahun dalam perundingan. Memang itu cukup berlebihan untuk didengar, tapi kenyataannya memang seperti itu, bahkan Chaerin saja tidak tahu issue perusahaanya mau diakusisi dari sebelum dirinya mengambil cuti panjang dibarengi dengan rehat, karena persoalan ini dijaga ketat kerahasiaanya agar tidak menimbulkan keributan banyak orang.

Padahal LIBI berada diPerusahaan terbaik ke 8, tapi entah dengan janji atau kontrak apa yang diberikan oleh Lee Joony pada Pak Henry (Owner dari LIBI) sampai akhirnya mau menyetujui pengakusisian Perusahaan yang didirikannya dengan susah payah ini. Walau tidak ada sistem kerja yang diubah, tapi tetap saja jika beda kepemimpinan akan terasa seperti memulai kembali semuanya dari nol. Dan juga, beberapa karyawan terbaik di LIBI dipindahkan ke Nam Corp dan anak baru yang lolos dalam perekrutan calon karyawan baru Nam Corp, memulai kegiatan bekerjanya disini dibarengi dengan masa magang.

Bukankah itu sedikit berlebihan menimbun banyak anak magang di LIBI, pantas saja dirinya saat berada dilantai dasar melihat banyak sekali karyawan dengan wajah asing, ternyata mereka semua anak baru jebolan Nam Corp. Jika begitu, berarti Soobin adalah karyawan Nam Corp yang sedang magang di LIBI?!.

"Jimin, berarti si bangsat Soobin itu anak magang?." Tanya Chaerin pada Jimin yang duduk tepat disamping Ellie.

"Yap, dia bilangnya sih gitu." Jawabnya malas, sambil mengambil satu gelas americano dingin dan meminumnya.

"Dia bilang begitu? Jadi kau mengobrol dengannya?." Pelotot Ellie sambil menatap dengan penuh kekesalan.

"Memang apa salahnya kalau mengobrol dengannya?." Tanya balik Jimin yang mendapati dorongan dari bangkunya untuk menjauh dari sisi duduk disebelah Ellie.

"Pergi sana." Suruh Ellie sambil menggeser bangkunya mendekat pada Chaerin.

"Pantas saja waktu sebelum cuti, ada pengajuan penambahan anak baru dibagian marketing ditolak oleh Pak Tua, ternyata akan ada banyak anak magang, toh."

"Jadi, kau meminta penambahan karyawan baru?." Tanya Jimin yang masih tetap duduk dibangku sambil menggeser sedikit mendekat kearah Ellie.

Menghela napasnya, Chaerin menyandarkan punggung pada bangku yang ia duduki sambil berkata. "Apa menurutmu, aku bakal diam saja melihat kalian semua keteteran, dengan pengeluaran produk baru yang dibarengin pameran serta event?."

Let It Be (REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang