1. Happens

54 3 0
                                    

Jika kamu tidak bisa menjelaskan dengan sederhana, berarti kamu belum mengerti dengan baik.

06.30 WIB

Di sekolah.

Setelah memarkirkan motor cantiknya, Caca tak pernah lupa untuk menyapa Pak Tikno di tempat biasanya ia berdiri , di pintu pos satpam halaman depan sekolah.

"Pagi pak Tiknooo... Gimana kabarnyaa?" sapa Caca dengan suara ceria yang selalu Pak Tikno dengar setiap paginya.

"Selamat pagi Nessha ... widih widiiih gimana toh, kalau saya ada disini berarti Alhamdulillah sehat pastinya" Jawab Pak Tikno dengan keramahannya dan logat Jawa yang khas karena di sekolah ini tidak ada lagi orang Jawa selain dia. Bahkan sambil Caca memejamkan matapun dia akan hafal kalau itu suara satpam ramah itu.

Setelah berlalu dari Pak Tikno, Caca dikagetkan oleh Lolita Astrini Lesmana sahabatnya yang muncul dari balik pintu kelas yang selalu telat datang ke sekolah, dan kebetulan hari ini sepertinya Loli sedang kerasukan iblis rajin yang membuat dia datang sepagi ini bahkan sebelum Caca datang.

"Woy Ca! Lo kalah hari ini sama gue hahaha... Bahagianyaaa pagi ini gue bisa lebih unggul dari lo ya walaupun 1 tingkat aja ga nyampe hehe (nyengir)" sambil merangkul pundak Caca yang hanya bisa menatap wajah Loli dengan tatapan flatnya.

"Lo tuh ya Li, kapan sih sehariiiii aja di sekolah tuh ga berisik, masih pagi ini Liii, kuping gue masih bersih" jawab Caca yang kesal dengan kebiasaan Loli bicara bernada keras tiap pagi. Namun, walaupun begitu sebenarnya Caca selalu terhibur dengan sahabatnya yang hampir tak pernah absen dari kewajiban teriak-teriaknya di setiap pagi.

"Sssssttt... Diem, bentar lagi Chika dateng, gue mau nyuekin dia, lo harus tau ni yaah , semalem itu gue telepon dia buat anter gue beli skincare gue yang abis sama gue laper tuh kan pengen makan, soalnya mami sama papi lagi gada di rumah, abang gue ribet banget kaga mau keluar sama gue malah video call-an sama cewenya mulu yang tante-tante girang itu, ditambah lagi Chika gamau anterin gue pake alesan ngantuk lagi... coba Caaaa lo bayangin jadi gue Caaa, sakitttt aku tu gabis di giniin (meringis)" keluh kesah Loli pagi ini.

"Udah Li?" jawab Caca cuek.

"Udah"

"Tar gue bayangin dulu" jawab Caca sambi melirikan matanya ke atas seolah-olah sedang membayangkan cerita Loli padahal Loli tau bahwa Caca sedang menanggapi ceritanya dengan candaan.

"Dih si curut responnya gitu doang, komporin kek, apa kek, ah tau ah" jawab Loli kesal.

Melihat wajah Loli yang kesal, Caca hanya bisa tertawa kecil karna berhasil menggoda sahabatnya itu. Tak lama kemudian Chika datang dan duduk di sebelah Caca. Yaaa, Richi Khairina Gibran yang lebih akrab dipanggil Chika ini adalah sahabat sekaligus teman sebangku Caca selama 3 tahun mereka menginjakan kaki di SMA Cempaka. Sebenarnya , mereka sudah saling mengenal sekitar 7 tahunan sejak rumah Caca pindah di samping rumah Chika hingga sekarang.

"Ca, temen lo kenapa tuh bibir udh kaya Donal Duck?" tanya Cika sembari duduk dan melirik ke arah Loli.

"Kesel tuh sama lo gara-gara ga di temenin keluar semalem" jawab Caca, rumah Loli juga ada di satu komplek yang sama dengan rumah mereka hanya berbeda beberapa blok saja.

"Diiiihhhh lebay banget lu munarohhh..." sambil sedikit berteriak kepada Loli yang masih sensi dengan Chika. Dan Caca hanya tertawa melihat tingkah yang sudah biasa dilakukankedua sahabatnya itu.

Tapi pagi ini masih belum lengkap karena Caca masih menunggu kehadiran seseorang yang seharusnya sudah menempati bangku yang tepat berada di depannya.

Prasetya Adi Narendra yang sering disapa Rendra seorang laki-laki yang berhasil mendapatkan hati Caca dengan waktu yang cukup lama sejak mereka duduk di bangku SMP dan baru berhubungan setelah mereka di kelas 2 SMA, yang ketika itu Caca pun sama sekali belum memiliki perasaan yang sama, namun seiring berjalannya waktu, Caca merasa bahwa Rendra juga salah satu orang yang selalu memberikan semangat untuknya selama 3 Tahun mereka berteman dan hampir 2 Tahun mereka pacaran.

Caca tidak tau kemana Rendra pagi ini karena sejak semalam Caca dan Rendra terlalu sibuk dengan keluarganya masing-masing sehingga mereka tidak saling berkabar.

07.05 WIB

" Selamat pagi semuanya" terdengar jelas suara Pak Burhan memasuki ruang kelas yang tadinya ramai seperti di pasar senen seketika langsung hening.

"Pagi pak.." jawab para murid.

"Seperti biasa, bapak akan melakukan evaluasi pagi ini tentang materi sebelumnya, siapkan buku kalian ada 3 soal dari bapak dan kerjakan tanpa melihat buku materi ya, 15 menit waktu mengerjakannya" perintahnya.

Ketika satu per satu soal dibacakan oleh Pak Burhan , sesekali Caca melihat ke arah pintu dan tetap Rendra masih belum datang juga.

Sampai pada akhirnya soal-soal yang di bacakan pak Burhan selesai. Sekarang Caca harus menghapus sementara Rendra di pikirannya karena Caca harus segera mengerjakan tugas pak Burhan.

JANGAN LUPA FOLLOW @rarasnf UNTUK INFO TENTANG CERITA INI 😊 VOTE dan budayakan membaca dan ngeapresiasi 👋🤗
Tidak mencopy berarti menghargai 🤗


P.I.E.C.E.STempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang