selamat membaca.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Selamat senja.
Ufuk menguning menghampar sutra jingga.
Bisik angin sore berucap lirih dengan rasa.
Kicau camar kala nada cinta menggema.Lewat alunan hati bersenandung rindu.
Ucap kalimat "kasih" bernada rayu.
Alunan syair tersembah dalam lembah biru.
Hanya nada rindu tergores syair cinta menyatu.Karena kamu,
Hakekat alam kedua tujuanku.
Berdua dalam cinta yang menyatu.( Mean Phiravich ).
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Suasana sekolah dipagi hari sejuk segar. Mentari terus menyapa dengan senyum terangnya.
Namun, ketentraman sekolah harus terusik tatkala terdengar gelak riuh dari halaman depan sekolah.
Seluruh siswa berkumpul menyaksikan pemandangan yang luar biasa hebatnya. Pemandangan sekolah yang brutal namun disisi lain mereka para siswa terlihat antusias dengan apa yang sedang terjadi di hadapan mereka.
Baku hantam. Saling pukul. Seragam putih abu-abu yang terkoyak. Sudut bibir yang berdarah. Semuanya pemandangan yang wajar dalam pertarungan.
" Plan.. plan.. ". Ucap gun teman sebangkunya.
" Ada apa... ? " Jawab plan sedikit kesal.
" Dibawah ada rame-rame tuh. Liat yuk ". Gun menarik-narik lengan plan.
" Ngga ah. Kamu aja gih kalau pengen liat aja sendiri. Kamu ga liat apa aku lagi belajar ". Jutek plan.
" Ya elah neng... hari gini masih aja nempel di buku ".
Plan mendelik sebal karena dipanggil neng. Sedangkan gun hanya tertawa. Sepertinya menjahili plan dengan menggunakan panggilan neng menyenangkan juga. Batin gun.
Setelah cukup lama perdebatan dua sahabat ini ahirnya plan kalah. Tentunya dengan segala tipu daya kejahilan gun.
Baik plan maupun gun saling adu pandang. Mereka berdua terheran. Mengapa sepagi ini saat jam pelajaran belum dimulai suasana koridor sekolah sangat sepi. Tidak seperti biasanya. Apa mungkin mereka sedang berkumpul di halaman. Tapi seingatnya tidak ada kegiatan OSIS pagi ini. Batin plan.
" Permisi.. permisi ".
Gun menerobos masuk dari kerumunan siswa. Tangan kirinya menggandeng lengan plan agar mereka leluasa melihat apa yang terjadi pagi ini. Hingga menimbulkan riuh yang sangat dahsyat di sekolah.
Saat sampai di depan kerumunan bersama siswa lain, mata gun yang pertama kali melihat terbelalak kaget.
" Plan.... lihat ". Tunjuk gun pada plan.
Betapa terkejutnya plan melihat ditengah kerumunan itu terlihat Blue dan Mean saling baku hantam. Tak peduli dengan riuh para siswa.
" Blueee.... " Teriak plan histeris.
Mean dan blue berhenti. Rahang mean nampak mengeras. Sedangkan blue bergumam lirih menyebut nama plan.
Beruntunglah saat itu guru BP dibantu dengan guru lain melerai keduanya. Mata blue dan mean menatap fokus tubuh mungil plan.
Kantor BP yang menjadi icon penjara bagi siswa kembali menyeruak. Mean dan Blue disidang oleh pak Taw.
Pak Taw tidak pandang bulu terhadap aturan sekolah. Meskipun mean dan blue adalah anak dari donatur terbesar sekaligus deretan konglomerat di negara ini. Bagi Taw, peraturan adalah peraturan.

KAMU SEDANG MEMBACA
AGAPE ( MEANPLAN STORY )
Romansa" Bagiku cinta tak ada syarat mutlak memilikimu ". Baginya cinta bukan sekedar ucapan. Begitupun juga cinta tak harus memiliki syarat mutlak yang harus dimiliki. Cukup hati dan kasih sayang yang menjadi alat tumbuhnya cinta. ( mean phiravich )... . ...