Chapter 5

43 7 1
                                    

"Bagaimana aku menjelaskan padamu, bahwa satu-satunya yang aku minta pada Allah cuma kamu. Meski senyap dan tak nampak di permukaan, tapi namamu ramai aku bicarakan di langit doa"

####

        Satu tahun berlalu setelah Alaric pergi. semenjak hari itu banyak hal tidak sama lagi dari Kelen, banyak hal berubah dan mulai dipahami. Seperti halnya hati Kelen, yang tidak dengan mudah bisa dimengerti dan dipahami. Kelen terus menunggu Alaric kembali seperti yang Alaric telah minta.

"Assalamualaikum Kelen" Salam dari seorang laki-laki yang tiba-tiba berdiri didepan kos Kelen dan Zara ."

"Wa'alaikumusalam. Kak Alaric?" Dengan wajah kaget melihat Alaric didepan kos.

"Iya len, aku Alaric." Jawabnya sambil tersenyum.

"Kamu mau ke kampus? Mau aku antar naik motor?" tanyanya sambil tersenyum.

"Kelen bisa jalan saja kak."

"Wanita ini masih sama, masih begitu menjaga martabatnya dan begitu takut jika Allah marah kepadanya. Betapa dia wanita yang istimewa. Berarti aku memang tidak salah menempatkan hatiku untuk mencintainya. Ya Allah jika memang dia diperkenankan sebagai makmum yang menata keluarga ku kelak maka lancarkanlah jalanku untuk menuju hatinya tanpa mengurangi sedikit pun porsi untukmu kepadaku. Jika dia memang tulang rusuk yang diciptakan dari bagian tubuhku maka jagalah dia, hatinya dan pandangannya ya Allah, selama memang waktu belum tepat untukku menjadi imamnya. Begitu pula kepadaku. Dan jika memang saat ini takdir telah menempatkan waktu yang tepat antara diriku dan dia biarkan kami menjadi satu dalam sebuah ikatan yang halal. Sehingga mudah kan jalan kami berdua dalam mencapai kebaikan. Amin." doanya dalam hati.

"Aku kembali len, menepati semua janjiku ke kamu."ucap Alaric

"Alhamdulillah." ucap kelen dalam hati.

        Kelen benar-benar terlihat senang melihat Alaric telah benar-benar berubah. dari awal hati Kelen telah memilih Alaric sebagaimana hati Alaric memilih Kelen. Kini takdir benar-benar menunjukkan waktunya yang tepat. Satu tahun penantian yang bukan panjang dan bukan pula sebuah penantian singkat.

"Aku tahu len, aku kesini hanya ingin bilang bahwa aku telah menemui Abi dan Ummi mu kemarin bersama orang tuaku.mereka telah sepakat . Aku telah menepati janjiku." katanya sambil tersenyum.

        Kelen pun membalas senyum manis itu dengan sebuah tatapan malu dan bahagia. Kelen adalah bagian takdir yang telah digariskan kepada Alaric untuk menjadikan hidupnya berkah dan sempurna. Mereka diciptakan untuk hatinya saling menyatu, pandangannya saling menjaga dan diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lain. Saling memiliki ikatan jodoh, bertemu dalam suatu ikatan halal yang dikatakan pernikahan. Dijadikan makmum lah Kelen bagi Alaric. Cinta yang indah dengan sebuah penantian berbuah manis diakhir kisahnya. Pada akhirnya Alaric dan Kelen memperkuat hubungan mereka dengan ta'aruf yang menjaga hubungan tanpa dipengaruhi setan dan memuliakan seorang wanita. Ta'aruf ini berjalan 3 bulan, dan memutuskan untuk menikah  setelah Alaric memegang toga. Ta'aruf tersenyum pada penantiannya. Bukan nafsu yang berbicara pada cinta yang nyata tapi ikhlas dan tawakallah yang membawa cinta pada surga.

####


Menelan Takdir AllahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang